BAB 1 Intan Nuraini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Intan Nuraini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Intan Nuraini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Intan Nuraini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Intan Nuraini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Intan Nuraini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Intan Nuraini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Endapan besi laterit merupakan hasil pelapukan intensif batuan ultramafik yang
menghasilkan pengayaan residual besi, namun karakteristik geokimia dan
mineraloginya masih belum banyak dikaji dibandingkan endapan nikel laterit.
Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi distribusi unsur pada profil besi laterit
Blok BAT, Pulau Sebuku, serta membandingkannya dengan beberapa endapan
nikel laterit di Indonesia. Kajian didasarkan pada konsep laterisasi, derajat
laterisasi, dan pendekatan mass balance melalui analisis isocon dan mass transfer.
Data yang digunakan berupa 4,076 data assay Blok BAT dan 65 data XRF dari
daerah pembanding (Sorowako, Pomalaa, dan Obi). Pengolahan data meliputi
analisis statistik, downhole plot, box plot, regresi terhadap rasio S/SAF, analisis
isocon berbasis Python, serta perhitungan pengayaan unsur dan mass transfer. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Fe terakumulasi secara masif (>50%) pada zona
limonit, sedangkan Ni membentuk puncak pengayaan yang terlokalisasi pada batas
limonit–saprolit. Blok BAT memiliki hubungan yang sangat kuat antara Fe, SiO?,
MgO, dan derajat laterisasi, serta mengalami mass loss paling ekstrem akibat
pelindian SiO? dan MgO. Berbeda dengan daerah pembanding, mass transfer Ni di
Blok BAT tetap bernilai negatif pada seluruh zona, menunjukkan tidak adanya
pengayaan sekunder (supergen). Dengan demikian, Blok BAT diklasifikasikan
sebagai endapan besi laterit residual murni yang dicirikan oleh akumulasi Fe yang
intensif dan seragam, namun memiliki kadar Ni relatif rendah akibat dominasi
proses pelapukan residual.
Perpustakaan Digital ITB