digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Program UMKM Naik Kelas merupakan program pembinaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di Jawa Barat. Namun, proses seleksi peserta masih menghadapi beberapa permasalahan, seperti penilaian yang rentan terhadap subjektivitas evaluator, belum adanya prosedur baku dalam pembobotan dan pemeringkatan, serta belum tersedianya sistem yang dapat membantu pengolahan data secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendukung keputusan yang mampu menentukan prioritas peserta Program UMKM Naik Kelas secara lebih objektif, terukur, dan konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan kombinasi metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas antar kriteria berdasarkan input perbandingan berpasangan, sedangkan TOPSIS digunakan untuk menghitung nilai preferensi dan menghasilkan peringkat calon peserta. Kriteria yang digunakan terdiri dari kriteria wajib dan kriteria penilaian. Kriteria wajib digunakan sebagai tahap penyaringan awal, sedangkan kriteria penilaian digunakan dalam proses pemeringkatan peserta. Rancangan sistem dikembangkan ke dalam prototipe berbasis Microsoft Excel dengan bantuan Visual Basic for Applications (VBA) yang mencakup pengelolaan data peserta, kriteria, perhitungan AHP, perhitungan TOPSIS, dan tampilan hasil rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan prototipe sistem pendukung keputusan mampu mengintegrasikan proses penyaringan kriteria wajib, konversi nilai kriteria, pembobotan kriteria, pemeringkatan alternatif, dan penyajian rekomendasi prioritas peserta dalam satu sistem. Evaluasi kesesuaian menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan utama dalam mendukung proses seleksi peserta Program UMKM Naik Kelas secara lebih terstruktur, transparan, dan konsisten. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan, terutama dalam hal kelengkapan data peserta, integrasi database, validasi langsung dengan pengguna, serta penyesuaian sistem apabila terdapat perubahan kebutuhan seleksi di masa mendatang.