Pertumbuhan pesat industri pendidikan di Indonesia dan meningkatnya persaingan antar penyedia pendidikan mengharuskan organisasi untuk mengelola sumber daya manusia secara strategis. Namun, PT. Kreasi Edulab Indonesia masih menggunakan sistem manajemen kinerja karyawan berbasis spreadsheet yang bersifat administratif, bukan real-time, dan tidak secara optimal mendukung transparansi, objektivitas, dan keterlibatan karyawan. Kondisi ini membatasi penggunaan data kinerja dalam pengambilan keputusan dan mengurangi peran manajemen kinerja sebagai alat strategis organisasi, menyoroti kebutuhan transisi menuju sistem yang lebih berbasis digital.
Studi ini bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen kinerja karyawan yang ada di PT. Kreasi Edulab Indonesia dan merancang transformasi Sistem Manajemen Kinerja Karyawan Digital (DEPMS) yang mendukung umpan balik berkelanjutan, evaluasi kinerja objektif, dan pengembangan karyawan berkelanjutan. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terapan digunakan, dengan memanfaatkan wawancara mendalam, observasi proses internal, dan analisis dokumen organisasi. Data dianalisis secara tematik menggunakan NVivo untuk menangkap kesiapan organisasi, tantangan, dan kebutuhan transformasi.
Desain DEPMS yang diusulkan disusun menggunakan kerangka kerja Teknologi– Organisasi–Lingkungan (TOE) untuk menilai kesiapan teknologi, kapasitas organisasi, dan dinamika lingkungan. Desain ini juga didukung oleh model manajemen perubahan ADKAR untuk memastikan kesiapan individu dalam mengadopsi sistem. Temuan menunjukkan bahwa transformasi digital manajemen kinerja, jika didukung oleh pendekatan manajemen perubahan yang terstruktur, dapat meningkatkan kejelasan kinerja, kualitas umpan balik, keterlibatan karyawan, dan efektivitas pengambilan keputusan sumber daya manusia. Oleh karena itu, implementasi DEPMS secara bertahap yang dipandu oleh tahapan ADKAR direkomendasikan untuk memastikan adopsi yang berkelanjutan dan meningkatkan efektivitas manajemen kinerja organisasi.
Perpustakaan Digital ITB