Pameran seni temporer di Bandung semakin sering memanfaatkan ruang non
konvensional yang tidak dirancang sebagai ruang pamer dan memiliki batas
intervensi. Akibatnya, penyelenggara mengandalkan perangkat display sementara
yang improvisatif, tidak terstandar, dan sulit digunakan ulang, sehingga presentasi
karya tidak konsisten dan terjadi pemborosan material pada setiap pameran. Tugas
akhir ini merancang sistem display modular yang non-invasif, mudah dioperasikan
tim kecil, dan dapat disusun ulang (reconfigurable). Perancangan menggunakan
metode deskriptif-kualitatif melalui studi literatur, observasi kasus pameran, dan
wawancara dengan exhibitor, pengelola ruang, serta art handler, yang disintesis
menjadi design requirements. Konsep final berupa sistem display modular berbasis
rangka (frame-based) dengan satu tipe sambungan plat tekuk. Dari satu platform
struktur yang sama diturunkan panel display, divider, pedestal, signage, hybrid
panel-pedestal, dan trolley penyimpanan, sehingga sistem dapat menampilkan
karya sekaligus membentuk zonasi ruang, serta mudah dibongkar-pasang,
disimpan, dan digunakan ulang lintas pameran.
Perpustakaan Digital ITB