digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB I Shofi Rifatul Imamah [27124004]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB II Shofi Rifatul Imamah [27124004]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB III Shofi Rifatul Imamah [27124004]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV Shofi Rifatul Imamah [27124004]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V Shofi Rifatul Imamah [27124004]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Daftar Pustaka Shofi Rifatul Imamah [27124004]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Kota Banjar, sebagai wilayah administratif baru di Provinsi Jawa Barat, tengah berupaya memperkuat identitas daerah melalui pengembangan seni dan budaya lokal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendalam dengan Dinas Kebudayaan, Dinas Perindustrian, serta perajin batik setempat, motif batik yang ada masih terbatas dan belum sepenuhnya mencerminkan kekayaan nilai budaya serta potensi visual daerah seperti flora, fauna, arsitektur, dan tradisi masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang motif batik Kota Banjar berbasis adaptasi visual kearifan lokal sebagai representasi identitas daerah. Pendekatan ini digunakan untuk mentransformasikan elemen budaya lokal ke dalam motif batik yang inovatif dan kontekstual. Fokus penelitian berada pada ranah kriya budaya, dengan penekanan pada bagaimana nilai- nilai lokal dapat diterjemahkan menjadi gaya visual yang khas dalam ragam hias batik Banjar. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap perajin, pemangku budaya, serta pelaku industri batik di Kota Banjar. Analisis dilakukan melalui tahapan pemetaan elemen budaya, stilasi bentuk, transformasi visual, dan penyusunan komposisi motif yang dilaksanakan secara eksploratif sesuai dengan tahapan practice-led research. Proses ini bertujuan menghasilkan desain yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung makna simbolik dan filosofi budaya lokal. Hasil penelitian melahirkan motif baru batik Banjar yang autentik dan aplikatif, berbasis adaptasi visual kearifan lokal. Temuan ini berkontribusi pada penguatan identitas budaya daerah sekaligus memperkaya khazanah visual batik Indonesia. Selain mempertegas posisi motif batik Banjar sebagai ikon budaya daerah, penelitian ini juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi pada keberlanjutan.