digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Disleksia tipe double deficit ditandai oleh kelemahan bersamaan dalam kesadaran fonologis dan Rapid Automatized Naming (RAN), yang mengakibatkan keterlambatan literasi pada anak usia 6-8 tahun. Anak dengan profil ini mengalami hambatan dalam mengingat bunyi huruf, penamaan simbol dengan kecepatan tinggi, serta keterbatasan memori kerja dan rentang perhatian. Di Indonesia, media pembelajaran yang secara khusus mengakomodasi kebutuhan anak dengan tipe disleksia ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan merancang permainan edukasi interaktif berbasis multisensori untuk anak disleksia double deficit usia 6-8 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan di PKBM Sahabat Anak Terang, dan wawancara dengan terapis okupasi serta pedagog. Hasil studi lapangan menunjukkan bahwa anak membutuhkan pembelajaran yang multisensori, gradatif, berulang, dan menyenangkan, dengan instruksi singkat yang mengakomodasi keterbatasan working memory. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang produk yang terdiri dari smart device berbasis computer vision dengan output audio fonetik dan Interactive Alphabet Tiles berbasis sensor tekanan, mengintegrasikan jalur visual, auditori, dan kinestetik dalam satu sistem yang dapat digunakan secara fleksibel oleh anak, terapis, maupun orang tua.