Disleksia tipe double deficit ditandai oleh kelemahan bersamaan dalam kesadaran
fonologis dan Rapid Automatized Naming (RAN), yang mengakibatkan
keterlambatan literasi pada anak usia 6-8 tahun. Anak dengan profil ini
mengalami hambatan dalam mengingat bunyi huruf, penamaan simbol dengan
kecepatan tinggi, serta keterbatasan memori kerja dan rentang perhatian. Di
Indonesia, media pembelajaran yang secara khusus mengakomodasi kebutuhan
anak dengan tipe disleksia ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan
merancang permainan edukasi interaktif berbasis multisensori untuk anak
disleksia double deficit usia 6-8 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan di PKBM Sahabat Anak
Terang, dan wawancara dengan terapis okupasi serta pedagog. Hasil studi
lapangan menunjukkan bahwa anak membutuhkan pembelajaran yang
multisensori, gradatif, berulang, dan menyenangkan, dengan instruksi singkat
yang mengakomodasi keterbatasan working memory. Berdasarkan temuan
tersebut, dirancang produk yang terdiri dari smart device berbasis computer vision
dengan output audio fonetik dan Interactive Alphabet Tiles berbasis sensor
tekanan, mengintegrasikan jalur visual, auditori, dan kinestetik dalam satu sistem
yang dapat digunakan secara fleksibel oleh anak, terapis, maupun orang tua.
Perpustakaan Digital ITB