Studi ini mengidentifikasi ketidakseimbangan antara kapasitas produksi dan permintaan pasar serta kinerja distribusi di sebuah usaha kecil dan menengah (UKM) yang memproduksi es kristal (Perusahaan A) di industri rantai dingin. Perusahaan memiliki total kapasitas 10 ton produksi per hari dengan mengandalkan dua mesin produksi, namun volume actual penjualan hanya mencapai 4-5 ton per hari. Situasi ini menyebabkan utilisasi produksi yang rendah dan cakupan distribusi yang terbatas. Data operasional selama periode 2024-2025 menunjukkan bahwa permintaan pelanggan berfluktuasi secara harian, mingguan, dan jam, sementara perilaku pemesanan bersifat mendadak, sehingga perusahaan tidak dapat merencanakan produksi dan rute distribusi secara optimal. Kapasitas lima kurir motor dalam radius 12 km juga menjadi bottleneck pada jam sibuk juga menghambat akurasi pengiriman. Berdasarkan kondisi ini, penelitian ini merumuskan masalah bagaimana menyelaraskan kapasitas produksi, permintaan pasar, dan kinerja distribusi dengan menentukan tujuan kinerja operasional; kualitas, kecepatan, keandalan, fleksibilitas, dan biaya yang perlu diprioritaskan. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan metode campuran yang didominasi kuantitatif. Analisis data arsip internal dilakukan untuk menghitung tingkat pemanfaatan produksi, tingkat pemanfaatan distribusi, rasio penjualan terhadap output, dan stabilitas kesenjangan permintaan-kapasitas. Selanjutnya, enam ahli internal (pemilik, staf administrasi, dua operator produksi, dan dua kurir) memberikan penilaian melalui Proses Hierarki Analitis (AHP), dan hasilnya diuji konsistensi sebelum digabungkan menjadi bobot prioritas kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakcocokan yang konsisten antara kapasitas terpasang dan permintaan aktual. Rata-rata utilisasi produksi berada di kisaran 34-36%, sementara beban distribusi menumpuk selama jam sibuk pagi dan sore. Analisis AHP menunjukkan bahwa biaya, kecepatan, dan keandalan merupakan prioritas utama untuk meningkatkan kinerja operasional, sejalan dengan pola ketidakefisienan yang terlihat dalam data operasional. Studi ini dalam bagian pembahasan menyoroti bahwa responsivitas distribusi, minimisasi biaya operasional yang tidak efisien, dan konsistensi penyediaan layanan dalam pemenuhan layanan merupakan hal esensial dalam menyelaraskan kapasitas dan permintaan. Kombinasi hasil operasional dan prioritas AHP menyediakan desain kerangka kerja berbasis keselarasan untuk strategi operasional. Saran untuk penelitian masa depan meliputi pengembangan sistem digital yang menggunakan data real-time dan peningkatan penyelidikan terhadap UMKM rantai dingin lainnya guna memastikan kerangka kerja strategis ini lebih valid secara eksternal.
Perpustakaan Digital ITB