Masa remaja merupakan periode transisi krusial dari masa kanak-kanak menuju dewasa
yang ditandai oleh perubahan fisik, kognitif, emosional, dan sosial yang signifikan. Pada
fase remaja pertengahan (usia 15–18 tahun), individu mulai mampu berpikir abstrak dan
reflektif, namun masih menghadapi berbagai tantangan perkembangan, seperti
pencarian identitas diri, tekanan sosial, serta konflik interpersonal. Data Indonesia
National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan bahwa
satu dari tiga remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, termasuk
kecemasan dan perasaan kesepian. Kondisi ini diperparah oleh karakteristik kehidupan
masyarakat urban yang serba cepat (fast-paced) serta tingginya paparan media digital,
yang berpotensi meningkatkan tekanan psikologis pada remaja.
Penelitian ini dilakukan untuk merancang sebuah kampanye sosial yang berfokus pada
pengelolaan kecemasan remaja usia pertengahan di masyarakat urban melalui penerapan
teknik grounding 5-4-3-2-1 sebagai bentuk intervensi preventif nonklinis. Metode
perancangan yang digunakan mengacu pada pendekatan desain komunikasi visual
dengan mengintegrasikan teori perkembangan remaja, konsep kecemasan, serta strategi
kampanye sosial. Kampanye dirancang menggunakan media online dan offline, meliputi
konten media sosial (Instagram, Tiktok, dan Whatsapp), KOL, situs web, pameran
interaktif, animatik, buku jurnal, stiker, dan poster interaktif.
Hasil perancangan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran remaja terhadap
pentingnya kesehatan mental, memberikan pemahaman tentang mengelola kecemasan
sebagai kondisi yang wajar dalam fase perkembangan, serta membekali remaja dengan
keterampilan praktis dalam mengelola kecemasan secara mandiri melalui teknik
grounding. Kampanye ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya preventif dalam
mendukung kesejahteraan psikologis remaja urban secara berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB