digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Masa remaja merupakan periode transisi krusial dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai oleh perubahan fisik, kognitif, emosional, dan sosial yang signifikan. Pada fase remaja pertengahan (usia 15–18 tahun), individu mulai mampu berpikir abstrak dan reflektif, namun masih menghadapi berbagai tantangan perkembangan, seperti pencarian identitas diri, tekanan sosial, serta konflik interpersonal. Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan perasaan kesepian. Kondisi ini diperparah oleh karakteristik kehidupan masyarakat urban yang serba cepat (fast-paced) serta tingginya paparan media digital, yang berpotensi meningkatkan tekanan psikologis pada remaja. Penelitian ini dilakukan untuk merancang sebuah kampanye sosial yang berfokus pada pengelolaan kecemasan remaja usia pertengahan di masyarakat urban melalui penerapan teknik grounding 5-4-3-2-1 sebagai bentuk intervensi preventif nonklinis. Metode perancangan yang digunakan mengacu pada pendekatan desain komunikasi visual dengan mengintegrasikan teori perkembangan remaja, konsep kecemasan, serta strategi kampanye sosial. Kampanye dirancang menggunakan media online dan offline, meliputi konten media sosial (Instagram, Tiktok, dan Whatsapp), KOL, situs web, pameran interaktif, animatik, buku jurnal, stiker, dan poster interaktif. Hasil perancangan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan mental, memberikan pemahaman tentang mengelola kecemasan sebagai kondisi yang wajar dalam fase perkembangan, serta membekali remaja dengan keterampilan praktis dalam mengelola kecemasan secara mandiri melalui teknik grounding. Kampanye ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya preventif dalam mendukung kesejahteraan psikologis remaja urban secara berkelanjutan.