digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri tekstil di Indonesia, khususnya di Kota Bandung sebagai salah satu pusat industri terbesar, menghasilkan limbah pre-consumer dalam volume tinggi yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir, dibakar, atau hanya dimanfaatkan menjadi produk bernilai rendah seperti kain lap industri. Di sisi lain, The New Factory (TNF), laboratorium mode sirkular berbasis di Bandung, telah mengembangkan Coppo Board, material komposit dari limbah tekstil pre-consumer dan Unsaturated Polyester Resin (UPR) yang menyerap sekitar 3 kg limbah per panel 60×60 cm. Meskipun sifat mekanik Coppo Board terbukti baik, potensinya untuk furnitur bervolume besar belum terealisasi. Penelitian ini bertujuan merancang furnitur beam seating untuk ruang tunggu indoor menggunakan material komposit limbah tekstil polyester pre-consumer Kota Bandung, mengembangkan metode produksi skala prototipe dengan cetakan plywood-copper dan press hidrolik yang dapat dilaksanakan dengan kapabilitas lokal TNF, menentukan rasio komposisi material (limbah tekstil : UPR) yang optimal untuk shell seating, serta menyusun skema sirkular ekonomi yang menghubungkan alur limbah, produksi Coppo, desain produk, dan pasar B2B fasilitas publik. Metode yang digunakan adalah Material Driven Design (MDD) yang mengintegrasikan empat tahap: studi literatur tentang limbah tekstil, komposit, ergonomi furnitur ruang tunggu, dan preseden beam seating berbasis material berkelanjutan; studi lapangan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan CEO dan tim desain TNF; eksplorasi material melalui eksperimen komposit skala 1:3 dengan tiga variasi rasio (60:40, 70:30, 80:20) yang dievaluasi berdasarkan kualitas permukaan, kepadatan, dan performa struktural; serta proses desain berbasis design requirement, evaluasi skenario produk, studi ergonomi antropometri Indonesia, pengembangan sistem sambungan shell ke rangka metal, dan pembuatan prototipe akhir. Hasil penelitian berupa desain beam seating dengan shell komposit limbah tekstil yang memenuhi kebutuhan ergonomi pengguna Indonesia, standar kenyamanan furnitur ruang tunggu publik, dan estetika yang merepresentasikan karakter material. Kontribusi penelitian ini adalah model perancangan furnitur berbasis MDD yang menghubungkan inovasi material limbah lokal dengan kebutuhan pasar B2B fasilitas publik, sekaligus memperkuat posisi TNF dalam ekonomi sirkular Indonesia dan memperluas skala penyerapan limbah tekstil Kota Bandung sebagai upaya konkret mitigasi pencemaran lingkungan dari sektor tekstil.