Abstrak_Theodore Arnold Simarmata
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa, mulai dari pegunungan, hutan tropis, pantai, hingga danau dan perairan laut yang eksotis. Potensi ini mendorong berkembangnya berbagai destinasi wisata yang terus bertambah jumlahnya setiap tahun, seiring dengan meningkatnya minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Keindahan alam tidak hanya menjadi daya tarik utama, tetapi juga menjadi latar yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk merancang beragam fasilitas wisata, seperti resort, glamping, taman rekreasi, desa wisata, hingga agrowisata. Perkembangan ini turut memperkuat posisi sektor pariwisata sebagai salah satu pilar penting dalam ekonomi kreatif dan penggerak perekonomian masyarakat lokal. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, masih terdapat sejumlah destinasi wisata yang pengelolaannya belum sepenuhnya sesuai dengan kaidah keberlanjutan, sehingga menimbulkan tantangan baru bagi pariwisata Indonesia ke depan. Banyak objek wisata yang pembangunannya dilaporkan telah merugikan keberadaan ekosistem dan melanggar aturan pembangunan yang berlaku. Terdapat pembangunan tempat wisata yang dilarang karena berpotensi mengganggu daerah resapan air dan memicu bencana seperti banjir dan longsor, khususnya Lembang yang merupakan hulu Citarum & Cikapundung sehingga memiliki fungsi utama sebagai resapan air. Ada pula tempat wisata yang pembangunannya melebihi luas yang ditetapkan peraturan setempat, sehingga berakhir merusak kawasan lingkungan yang seharusnya dilindungi. Selain itu, beberapa tempat wisata seperti wisata offroad memberi pengaruh buruk terhadap lingkungan dengan terjadinya perusakan vegetasi tanah, jalur resapan air, dan habitat satwa, sehingga memperparah risiko longsor. Tipologi arsitektur yang direncanakan adalah lodge. Lodge dapat menjadi alternatif wisata yang ramah lingkungan, dengan konsep low-impact architecture yang menjaga kelestarian alam. Lodge mampu mengintegrasikan konservasi, rekreasi, dan edukasi, menjadikannya wadah untuk menikmati alam sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Tipologi resort juga dapat memberi solusi ekonomi bagi masyarakat lokal melalui pariwisata berkelanjutan, tanpa merusak daya dukung kawasan. Penjawaban isu akan menggunakan pendekatan ekologis atau Low-Impact Development (LID), dengan tujuan menekan intervensi tapak seminimal mungkin (contoh: bangunan panggung, modular, terjaganya permeabilitas lahan). Proses perancangan menggunakan metode berupa studi literatur mengenai arsitektur tanggap bencana, observasi terkait kondisi lingkungan pada lapangan, studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan/Environmental Impact Assessment (AMDAL/EIA), serta benchmarking terhadap berbagai bangunan dengan penerapan Low-Impact Development yang tepat. Proyek ini bertujuan mengurangi resiko bencana pada kawasan pariwisata seraya melestarikan alam, mengingat banyaknya tempat wisata dibangun tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem dan kualitas lingkungan. Potensi lanskap alami Indonesia juga dapat dimaksimalkan sebagai objek wisata untuk meningkatkan ekonomi lokal.
Perpustakaan Digital ITB