Sistem penjurian lompat jauh otomatis membutuhkan lapisan koordinasi yang mampu menghubungkan proses pengamatan lapangan, pengelolaan status percobaan, pengukuran jarak, pencatatan hasil, tampilan operator, dan peninjauan bukti ke dalam satu alur kerja yang terpadu. Pada proses penjurian manual, keputusan sah atau foul, pengukuran bekas pendaratan terdekat, pencatatan skor, dan penyediaan bukti masih dilakukan oleh beberapa petugas secara terpisah. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidakkonsistenan status percobaan, keterlambatan pencatatan, kesalahan input, serta keterbatasan audit ketika terjadi protes atau kebutuhan peninjauan ulang. Tugas akhir ini membahas perancangan dan implementasi Competition Core untuk orkestrasi attempt, integrasi Field Agent, dan audit hasil pada sistem pengukuran lompat jauh otomatis terintegrasi.
Bagian yang dikerjakan pada tugas akhir ini berfokus pada Competition Core sebagai subsistem user interface, backend, dan integrasi lapangan. Competition Core berfungsi sebagai pusat orkestrasi yang menghubungkan dashboard operator, backend core-service, Raspberry Pi Field Agent, subsistem foul detection, subsistem distance measurement, halaman hasil, competition display, dan evidence audit. Secara fungsional, subsistem ini mengelola data atlet dan nomor BIB, membentuk active attempt state, menerima status valid atau foul, menentukan apakah measurement gate dibuka atau diblokir, menerima hasil jarak, menyimpan riwayat hasil, serta mengaitkan setiap hasil dengan bukti visual. Secara perilaku, Competition Core memastikan bahwa data dari perangkat lapangan tidak langsung menjadi hasil resmi sebelum melewati alur validasi attempt. Apabila attempt berstatus foul, jalur pengukuran diblokir sehingga hasil jarak tidak masuk ke rekap resmi. Sebaliknya, apabila attempt dinyatakan valid, sistem membuka jalur pengukuran sehingga proses ROI, scan runtime, alignment, pembacaan laser, dan pencatatan hasil dapat dilanjutkan.
Implementasi sistem dilakukan dengan membagi peran antara laptop operator, backend core-service, Raspberry Pi Field Agent, dan node perangkat lapangan. Laptop operator menjalankan dashboard dan halaman hasil sebagai antarmuka utama bagi pengguna. Backend core-service berperan sebagai lapisan otoritatif untuk pengelolaan status attempt, validasi command, penyimpanan hasil, dan penghubung antarmodul. Raspberry Pi Field Agent berfungsi sebagai
gateway sisi lapangan yang meneruskan command dari backend ke runtime pengukuran, kamera, motor, dan laser. Antarmuka komunikasi diimplementasikan melalui endpoint REST, jalur status, command proxy, penyimpanan hasil berbasis SQLite, serta penyimpanan evidence berbasis filesystem dan metadata. Sistem juga menyediakan tampilan official score sheet, competition display, halaman Evidence & Audit, serta log per attempt untuk mendukung keterlacakan keputusan.
Validasi dilakukan dengan memisahkan dua jalur utama, yaitu jalur foul-gate dan jalur valid measurement. Pada jalur foul-gate, sistem memperoleh waktu pemrosesan rata-rata sebesar 423,29 ms dan waktu pemrosesan P95 sebesar 446,67 ms, sehingga memenuhi target respons di bawah 0,5 s pada kondisi uji. Hasil ini menunjukkan bahwa Competition Core mampu memproses status foul dan menutup measurement gate sebelum proses pengukuran dilanjutkan. Pada subset valid measurement, galat pada domain citra berhasil dikurangi dari sekitar 66-67 px hingga berada dalam zona mati 3 px, dengan waktu settling antara 7,76 s hingga 13,68 s untuk posisi target antara 0,503 m hingga 0,955 m. Selain itu, estimasi kebutuhan penyimpanan result dan evidence adalah sekitar 2,45 MB per attempt, sehingga masih layak untuk kebutuhan audit dan dokumentasi percobaan.
Hasil tugas akhir menunjukkan bahwa Competition Core mampu mengoordinasikan masukan dari subsistem lapangan melalui alur dashboard–backend–Field Agent dan mendukung alur kerja operasional penjurian lompat jauh otomatis. Sistem berhasil menjaga keterkaitan antara atlet, nomor BIB, attempt ID, status valid atau foul, hasil pengukuran, timestamp, bukti visual, dan log per attempt. Namun, hasil waktu dan performa yang dilaporkan masih diperlakukan sebagai validasi integrasi fungsional dan diagnostik integrasi, bukan sebagai klaim akhir kepatuhan penuh terhadap kondisi kompetisi nyata. Pengujian lanjutan masih diperlukan untuk memvalidasi performa sistem pada jumlah attempt yang lebih besar, kondisi lapangan yang lebih bervariasi, serta kestabilan perangkat dan jaringan pada penggunaan kompetisi sebenarnya.
Perpustakaan Digital ITB