digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Proyek PLTS Hybrid Maratua di PT PLN Nusa Daya UP Kalimantan 3 melibatkan interaksi antara PLTS, BESS, PLTD, dan data pendukung eksternal. Proses pemantauan dan evaluasi saat ini masih menggunakan beberapa sumber data yang terpisah, seperti sistem FusionSolar, sistem Enspire, logsheet manual PLTS, dan logsheet manual PLTD. Perbedaan sumber, format, granularitas, dan cara perolehan data menyebabkan proses evaluasi kinerja belum sepenuhnya terintegrasi dan belum tersaji sesuai kebutuhan informasi setiap level pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang arsitektur data usulan dan prototipe dashboard operasional serta taktikal yang dapat mendukung proses pemantauan dan evaluasi proyek PLTS Hybrid sesuai kebutuhan pengguna pada level operasional dan taktikal. Prototipe dashboard dirancang untuk tiga pengguna, yaitu Team Leader Operasi Pembangkit Kalimantan Utara dan Berau, Manager Unit Layanan Pembangkit Tersebar Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, serta Manager Unit Pelaksana Kalimantan 3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup identifikasi kebutuhan pengguna melalui wawancara, pemetaan kondisi eksisting menggunakan Rich Picture Diagram, issue tree, dan gap analysis, identifikasi serta klasifikasi data eksisting, pemetaan aliran data, penyusunan arsitektur data eksisting dan usulan, penentuan KPI, serta pengembangan prototipe dashboard. Arsitektur data usulan disusun untuk menghubungkan sumber data, proses pengumpulan data, input dataset, data preprocessing, data warehouse, data- to-KPI process, KPI dataset, dan visualisasi dashboard. Arsitektur data usulan dirancang untuk menggambarkan alur pengelolaan data dari sumber data hingga menjadi informasi KPI yang siap divisualisasikan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat beberapa parameter yang belum lengkap dan didekati dengan menggunakan data dummy. Prototipe dashboard operasional dirancang untuk mendukung pemantauan kondisi operasi PLTS-BESS dan PLTD pada level site, dashboard taktikal Unit Layanan dirancang untuk mendukung evaluasi kinerja operasional dan tindak lanjut pada level unit layanan, sedangkan dashboard taktikal Unit Pelaksana dirancang untuk mendukung pengawasan kinerja yang lebih agregat pada level unit pelaksana. Dashboard juga dilengkapi dengan analisis sederhana dan rekomendasi awal berbasis aturan. Meskipun prototipe dashboard belum diimplementasikan dan terintegrasi secara real-time dengan sumber data aktual, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar awal bagi pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi PLTS Hybrid yang terintegrasi, terstruktur, dan sesuai kebutuhan pengguna.