Proyek PLTS Hybrid Maratua di PT PLN Nusa Daya UP Kalimantan 3 melibatkan
interaksi antara PLTS, BESS, PLTD, dan data pendukung eksternal. Proses
pemantauan dan evaluasi saat ini masih menggunakan beberapa sumber data yang
terpisah, seperti sistem FusionSolar, sistem Enspire, logsheet manual PLTS, dan
logsheet manual PLTD. Perbedaan sumber, format, granularitas, dan cara perolehan
data menyebabkan proses evaluasi kinerja belum sepenuhnya terintegrasi dan
belum tersaji sesuai kebutuhan informasi setiap level pengguna.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang arsitektur data usulan dan prototipe
dashboard operasional serta taktikal yang dapat mendukung proses pemantauan
dan evaluasi proyek PLTS Hybrid sesuai kebutuhan pengguna pada level
operasional dan taktikal. Prototipe dashboard dirancang untuk tiga pengguna, yaitu
Team Leader Operasi Pembangkit Kalimantan Utara dan Berau, Manager Unit
Layanan Pembangkit Tersebar Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, serta
Manager Unit Pelaksana Kalimantan 3. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini mencakup identifikasi kebutuhan pengguna melalui wawancara, pemetaan
kondisi eksisting menggunakan Rich Picture Diagram, issue tree, dan gap analysis,
identifikasi serta klasifikasi data eksisting, pemetaan aliran data, penyusunan
arsitektur data eksisting dan usulan, penentuan KPI, serta pengembangan prototipe
dashboard. Arsitektur data usulan disusun untuk menghubungkan sumber data,
proses pengumpulan data, input dataset, data preprocessing, data warehouse, data-
to-KPI process, KPI dataset, dan visualisasi dashboard.
Arsitektur data usulan dirancang untuk menggambarkan alur pengelolaan data dari
sumber data hingga menjadi informasi KPI yang siap divisualisasikan. Berdasarkan
hasil penelitian, diketahui terdapat beberapa parameter yang belum lengkap dan
didekati dengan menggunakan data dummy. Prototipe dashboard operasional
dirancang untuk mendukung pemantauan kondisi operasi PLTS-BESS dan PLTD
pada level site, dashboard taktikal Unit Layanan dirancang untuk mendukung
evaluasi kinerja operasional dan tindak lanjut pada level unit layanan, sedangkan
dashboard taktikal Unit Pelaksana dirancang untuk mendukung pengawasan
kinerja yang lebih agregat pada level unit pelaksana. Dashboard juga dilengkapi
dengan analisis sederhana dan rekomendasi awal berbasis aturan. Meskipun
prototipe dashboard belum diimplementasikan dan terintegrasi secara real-time
dengan sumber data aktual, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar awal bagi
pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi PLTS Hybrid yang terintegrasi,
terstruktur, dan sesuai kebutuhan pengguna.
Perpustakaan Digital ITB