digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Bandung sebagai kota metropolitan dengan kepadatan penduduk yang tinggi memiliki banyak permasalahan terkait urbanisasi, salah satunya adalah banjir. Setiap musim hujan ruas-ruas jalan di Kota Bandung terendam banjir cileuncang, yang terjadi ketika saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air dari curah hujan yang tinggi kemudian meluap ke jalan raya. Dengan topografi Kota Bandung yang merupakan dataran tinggi, genangan air ini menjadi deras dan membahayakan warga. Solusi jangka panjang tengah diusahakan oleh pemerintah kota, namun dikarenakan berbagai kendala hasilnya baru akan terlihat beberapa tahun kedepan, sementara itu cileuncang masih akan selalu terjadi. Aplikasi mobile sebagai media informasi dan peringatan menjadi solusi alternatif yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat. Perancangan ini dilaksanakan menggunakan metode Design Thinking, dimulai dari proses empathize dengan melakukan observasi, kajian pustaka, dan wawancara kepada para ahli cileuncang dan masyarakat di Kota Bandung. Kemudian pada tahap define disimpulkan permasalahan utama yaitu pengguna jalan sebagai potential victim saat terjadi banjir yang memerlukan sebuah sistem peringatan untuk menghindar karena cileuncang selalu terjadi di jalan raya dan terjadi secara tiba-tiba. Proses ideate dan prototyping mencoba menjawab permasalahan dengan pendekatan user centered design, yaitu dengan mempertimbangkan konteks perilaku manusia di saat kritis dan penerapannya dalam User Experience dan User Interface untuk menghasilkan sistem peringatan yang tepat dan cepat. Dalam situasi krisis, informasi yang diberikan singkat, jelas, dan dapat dipahami dalam sekali lihat (visual glance). Faktor manusia dan lingkungan seperti penggunaan gawai saat berkendara juga menjadi perhitungan dalam perancangan. Kemudian dilakukan pengujian prototype kepada masyarakat untuk mengetahui kegagalan secara dini agar dilakukan perbaikan. Perancangan aplikasi mobile peringatan banjir ini dinamakan “Siaga Cileuncang”. Fitur utama dalam aplikasi ini adalah sistem peringatan yang dapat dipersonalisasi, peta bahaya memungkinkan pengguna memantau daerah banjir, serta fitur “rute aman” berupa sistem navigasi yang membantu pengguna untuk menghindari banjir saat menuju lokasi tujuan. Informasi banjir ditampilkan pada peta dengan jelas dan ringkas menggunakan ikon dan indikator warna agar mudah dipahami. Pengguna juga dapat secara aktif berkontribusi dengan melaporkan kejadian cileuncang. Hasil Post-test mengindikasikan bahwa aplikasi “Siaga Cileuncang” mudah dioperasikan dan informasi dapat dengan mudah dipahami. Perbaikan yang dilakukan dari hasil pengujian berupa perubahan layout dan tombol agar lebih mudah dan cepat digunakan dan lebih responsif serta penambahan fitur navigasi untuk mempermudah pengguna dalam berkendara.