digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Mohamad Irsan Febrian
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Mohamad Irsan Febrian
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Mohamad Irsan Febrian
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Mohamad Irsan Febrian
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Mohamad Irsan Febrian
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Mohamad Irsan Febrian
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Mohamad Irsan Febrian
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Studi ini meneliti sejauh mana perilaku kepemimpinan di lantai produksi manufaktur mempengaruhi kemampuan dan proses manajemen pengetahuan (KM), dan bagaimana pengaruh ini menjelaskan perbedaan kinerja operasional antar shift dalam departemen sabun batangan yang beroperasi di bawah kerangka kerja World Class Manufacturing (WCM) yang matang. Penelitian ini menggunakan studi kasus tunggal kualitatif dengan sepuluh wawancara semi-terstruktur dengan para pemimpin dan personel lantai produksi yang diambil dari tiga shift yang beroperasi dalam infrastruktur teknis yang sama namun memiliki hasil Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang berbeda. Tiga belas tema dikembangkan melalui analisis tematik induktif kemudian diorganisasikan berdasarkan dua perspektif analitis: persepsi para pemimpin tentang peran KM mereka dan pengalaman hidup personel tentang pengaruh kepemimpinan pada aktivitas terkait pengetahuan. Perilaku kepemimpinan berfungsi sebagai variabel pengatur utama sebagaimana ditunjukkan oleh temuan, yang menentukan apakah kemampuan KM diaktifkan atau ditekan terlepas dari infrastruktur WCM yang mendasarinya. Perbedaan dalam keamanan psikologis antar shift, kesenjangan dalam eksternalisasi pengetahuan tacit, dan kerentanan struktural pada batas pengetahuan antar shift adalah mekanisme konvergen yang terbukti menyebabkan variasi OEE antar shift. Studi ini memberikan pemahaman spesifik konteks tentang rantai kepemimpinan–manajemen pengetahuan–kinerja dalam industri manufaktur FMCG yang sudah mapan dan mengusulkan Sistem Produksi Pengetahuan dan Pengembangan Personel Terintegrasi (IKPDS) sebagai intervensi praktis.