Tesis ini meneliti apakah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengalami perbaikan dalam pelaporan keuangan dan kondisi keuangan setelah skandal akuntansi tahun 2018. Penelitian ini menggunakan dua model, yaitu Beneish MScore dan Piotroski F-Score, untuk menganalisis periode 2019–2021. Beneish M-
Score digunakan untuk melihat risiko manipulasi laba, sedangkan Piotroski FScore digunakan untuk mengukur kekuatan keuangan perusahaan berdasarkan profitabilitas, likuiditas, leverage, dan efisiensi.
Penelitian ini menggunakan laporan keuangan yang telah diaudit dan pendekatan studi kasus. Tahun 2018 dijadikan sebagai tahun dasar, dan tiga tahun berikutnya dianalisis untuk melihat perubahan dalam kualitas pelaporan dan kinerja keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Beneish M-Score menurun setelah 2018, yang berarti risiko manipulasi laba menjadi lebih rendah. Namun, nilai tersebut masih tidak stabil pada tahun 2020–2021 karena dampak keuangan dari pandemi COVID-19.
Hasil Piotroski F-Score menunjukkan bahwa fundamental keuangan Garuda Indonesia tetap lemah selama 2019–2021. Meskipun ada sedikit perbaikan pada beberapa aspek, seperti likuiditas dan efisiensi, skor keseluruhan tetap rendah. Ini berarti kondisi keuangan perusahaan belum pulih secara kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan pelaporan keuangan tidak diikuti oleh pemulihan kinerja keuangan yang nyata dan menegaskan pentingnya menggunakan kedua model secara bersama-sama untuk memahami kinerja perusahaan.
Perpustakaan Digital ITB