HENDRIK AZIZ ZULFIKAR
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
HENDRIK AZIZ ZULFIKAR
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
HENDRIK AZIZ ZULFIKAR
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
HENDRIK AZIZ ZULFIKAR
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
HENDRIK AZIZ ZULFIKAR
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
HENDRIK AZIZ ZULFIKAR
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
Urgensi krisis bahan bakar fosil, khususnya bensin, terus meningkat seiring pertumbuhan konsumsi energi global. Hal ini mendorong peningkatan permintaan biogasolin sebagai alternatif bahan bakar terbarukan, sekaligus memacu pengembangan katalis yang lebih efisien dalam proses produksinya. Zeolit merupakan salah satu katalis yang umum digunakan dalam reaksi perengkahan katalitik untuk menghasilkan biogasolin karena memiliki selektivitas produk yang tinggi serta stabilitas termal yang baik. Di antara berbagai jenis zeolit, ZSM-48 dinilai paling berpotensi karena selektif terhadap fraksi gasolin dan memiliki situs asam moderat. Namun demikian, kadar fraksi gasolin yang dihasilkan dan nilai Research Octane Number (RON) masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi standar bahan bakar yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyintesis zeolit ZSM-48 berpori hierarkis sebagai katalis reaksi perengkahan yang mampu menghasilkan fraksi gasolin dengan RON tinggi. Sintesis dilakukan melalui metode bottom- up dengan memanfaatkan mikrokristal selulosa sebagai mesoporogen dalam empat variasi zeolit yakni zeolit tanpa penambahan mikrokristal selulosa (MC0), penambahan 1 gram mikrokristal selulosa (MC1), penambahan 2 gram mikrokristal selulosa (MC2) dan penambahan 4 gram mikrokristal selulosa (MC4). Katalis yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan X?Ray Diffraction (XRD), Fourier Transform Infrared (FTIR), Isoterm Fisisorpsi Nitrogen, Scanning Electron Microscopy (SEM), serta Transmission Electron Microscopy (TEM). Performa katalitik diuji melalui reaksi perengkahan minyak tamanu sebagai umpan minyak nabati. Produk cair hasil reaksi dianalisis dengan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit MC0 menghasilkan fraksi gasolin sebesar 92,23% (w/w), kadar aromatik 38,00% (v/v), dan RON 94. Sementara itu, zeolit MC2 meningkatkan fraksi gasolin menjadi 96,63% (w/w), kadar aromatik 39,72% (v/v), dan RON hingga 106. Penelitian ini menunjukkan bahwa pori hierarkis berperan signifikan dalam meningkatkan performa katalitik zeolit ZSM-48.
Perpustakaan Digital ITB