Regulasi emosi dinilai sebagai salah satu kemampuan paling penting dalam
perkembangan anak usia dini (4-6 tahun), terlebih bila mengingat bahwa pada usia
tersebut, anak mulai terekspos pada lingkungan serta orang-orang baru. Meskipun
demikian, pada usia tersebut anak-anak belum dapat sepenuhnya memahami apa yang
mereka rasakan dan cara yang tepat menanggapi emosi tersebut secara mandiri,
sehingga mereka membutuhkan bimbingan, khususnya dari orang tua, dalam proses
pembelajaran emosi serta cara meregulasinya. Melalui kajian literatur, wawancara,
hingga survei yang dilakukan kepada 46 responden orang tua dari anak berusia 4-6
tahun, ditemukan bahwa sebagian besar orang tua masih cukup awam dengan konsep
regulasi emosi, dan hal tersebut pula yang menyebabkan minimnya edukasi terkait
regulasi emosi. Penelitian ini mendalami perancangan metode edukasi dalam bentuk
produk dengan dua capaian utama, yaitu keterlibatan orang tua, serta pendekatan yang
menarik bagi anak. Kemudian dari segi konten, penelitian ini berfokus pada tiga aspek
yang dianggap paling penting dalam regulasi emosi, yaitu naming the emotion,
validating the emotion, serta habit building atau iterasi. Oleh karena itu, dirancanglah
produk edukasi yang memanfaatkan stimulasi sensorik dari getaran haptic dan
stimulasi visual dari lampu berwarna sebagai alat bantu asosiasi dan penggambaran
keenam emosi dasar, serta mengadaptasi metode role-play dengan kartu simulasi yang
mendorong interaksi dan diskusi antar anak dan orang tua. Pengembangan produk ini
diharapkan dapat menjadi salah satu media pendukung yang memfasilitasi
pembelajaran regulasi emosi bagi anak, serta meningkatkan keterlibatan orang tua
dalam proses pembelajarannya.
Perpustakaan Digital ITB