digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

UMKM kreatif berbasis produk di Indonesia menghadapi tantangan keberlangsungan usaha jangka panjang di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Model Corporate Sustainable Longevity (CSL) yang ada hanya menilai faktor internal melalui Resource-Based View (RBV) dan belum memperhitungkan faktor eksternal. Penelitian ini melengkapi kesenjangan tersebut dengan mengintegrasikan Market-Based View (MBV) dan Institutional Theory, lalu mengoperasionalisasikannya menjadi model maturitas Manajemen Strategis Keberlangsungan Usaha (MSKU) sebagai alat self-assessment. Model dikembangkan melalui lima tahap kerangka de Bruin dkk. (2005), dengan identifikasi indikator melalui systematic literature review serta pengujian content validity dan face validity, kemudian diterapkan pada tiga UMKM kreatif berbasis produk di Bandung, yaitu Pepper Suite Decorations, Elni Printing, dan KNK Garment. Model MSKU yang dihasilkan terdiri atas 56 indikator pada tujuh dimensi dan lima level maturitas mengikuti Capability Maturity Model (CMM), serta mencakup ketiga sudut pandang teori sehingga memberikan gambaran maturitas yang lebih menyeluruh dibandingkan model sebelumnya. Penerapan pada ketiga kasus menunjukkan seluruh perusahaan berada pada Level 3 (Defined) berdasarkan median nilai maturitas seluruh indikator, meskipun profil per dimensi menunjukkan perbedaan kematangan yang tidak tertangkap oleh level keseluruhan. Ketiga perusahaan konsisten lebih kuat pada dimensi yang berorientasi ke dalam dan lebih lemah pada dimensi yang berorientasi ke luar. Kapabilitas adaptif ketiganya cenderung bersifat person-bound dan belum terlembagakan dalam sistem organisasi sehingga suksesi kepemimpinan menjadi titik rentan bagi keberlangsungan usaha jangka panjang.