UMKM kreatif berbasis produk di Indonesia menghadapi tantangan
keberlangsungan usaha jangka panjang di tengah dinamika pasar yang terus
berubah. Model Corporate Sustainable Longevity (CSL) yang ada hanya menilai
faktor internal melalui Resource-Based View (RBV) dan belum memperhitungkan
faktor eksternal. Penelitian ini melengkapi kesenjangan tersebut dengan
mengintegrasikan Market-Based View (MBV) dan Institutional Theory, lalu
mengoperasionalisasikannya menjadi model maturitas Manajemen Strategis
Keberlangsungan Usaha (MSKU) sebagai alat self-assessment. Model
dikembangkan melalui lima tahap kerangka de Bruin dkk. (2005), dengan
identifikasi indikator melalui systematic literature review serta pengujian content
validity dan face validity, kemudian diterapkan pada tiga UMKM kreatif berbasis
produk di Bandung, yaitu Pepper Suite Decorations, Elni Printing, dan KNK
Garment.
Model MSKU yang dihasilkan terdiri atas 56 indikator pada tujuh dimensi dan lima
level maturitas mengikuti Capability Maturity Model (CMM), serta mencakup
ketiga sudut pandang teori sehingga memberikan gambaran maturitas yang lebih
menyeluruh dibandingkan model sebelumnya. Penerapan pada ketiga kasus
menunjukkan seluruh perusahaan berada pada Level 3 (Defined) berdasarkan
median nilai maturitas seluruh indikator, meskipun profil per dimensi menunjukkan
perbedaan kematangan yang tidak tertangkap oleh level keseluruhan. Ketiga
perusahaan konsisten lebih kuat pada dimensi yang berorientasi ke dalam dan lebih
lemah pada dimensi yang berorientasi ke luar. Kapabilitas adaptif ketiganya
cenderung bersifat person-bound dan belum terlembagakan dalam sistem
organisasi sehingga suksesi kepemimpinan menjadi titik rentan bagi
keberlangsungan usaha jangka panjang.
Perpustakaan Digital ITB