Penelitian ini membahas pengembangan middleware untuk mengintegrasikan
Large Language Model (LLM) lokal dengan sistem konfigurasi dan analisis
jaringan skala menengah. Middleware dikembangkan sebagai lapisan penghubung
antara sistem Artificial Intelligence (AI), perangkat jaringan, dan antarmuka
pengguna, sehingga instruksi berbasis bahasa alami dapat diproses menjadi
konsultasi teknis, eksekusi konfigurasi, validasi, serta pemantauan jaringan.
Kompleksitas jaringan modern, tingginya volume data telemetri, serta keberadaan
perangkat dari berbagai vendor menyebabkan pengelolaan jaringan secara manual
menjadi kurang efisien, rentan terhadap human error, dan membutuhkan waktu
penanganan yang relatif lama.
Pengembangan sistem difokuskan pada perancangan middleware yang mampu
menjembatani hasil pemrosesan LLM lokal dengan perangkat jaringan melalui
mekanisme eksekusi berbasis tool. Integrasi dilakukan menggunakan Model
Context Protocol (MCP) untuk mendukung komunikasi dengan perangkat jaringan
melalui protokol SSH, serial, dan telnet. Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan
antarmuka berbasis Web Application yang memungkinkan pengguna memberikan
instruksi dalam bahasa alami, memantau respons sistem secara real-time, serta
melakukan persetujuan sebelum konfigurasi dieksekusi. Dengan pendekatan ini,
middleware tidak hanya berperan sebagai penghubung teknis, tetapi juga sebagai
lapisan kontrol yang mengatur alur konsultasi, eksekusi, validasi, dan interaksi
pengguna.
Pengujian dilakukan menggunakan simulator GNS3 pada skenario konfigurasi dan
analisis jaringan, meliputi OSPF, DHCP, VLAN, dan EtherChannel, serta beberapa
skenario gangguan seperti link down, native VLAN mismatch, dan DHCP pool
exhaustion. Hasil pengujian menunjukkan bahwa subsistem Backend-NetOps
mencapai tingkat keberhasilan 100% dalam menerima dan mengeksekusi tool-call
yang valid pada 21 sub-skenario pengujian, tanpa ditemukan kegagalan koneksi,
eksekusi perintah, maupun kesalahan sintaks pada lingkungan pengujian yang
digunakan. Selain itu, antarmuka pengguna menjalankan fungsi interaksi,
visualisasi respons, dan mekanisme persetujuan konfigurasi sesuai kebutuhan
sistem.
Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan middleware berbasis agentic
AI yang memanfaatkan LLM lokal dan Model Context Protocol (MCP) untuk
mengintegrasikan kemampuan penalaran otonom dengan perangkat jaringan multivendor
dalam mendukung otomasi konfigurasi dan analisis jaringan. Sistem yang
dikembangkan memungkinkan instruksi bahasa alami diproses menjadi tindakan
teknis yang dapat dieksekusi dan divalidasi pada perangkat jaringan. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem otomasi
jaringan cerdas yang lebih praktis, aman, dan sesuai untuk kebutuhan operasional
jaringan skala menengah.
Perpustakaan Digital ITB