BAB 1 Angelique Linardi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Angelique Linardi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Angelique Linardi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Angelique Linardi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Angelique Linardi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Angelique Linardi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA Angelique Linardi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Angelique Linardi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Transportasi berperan penting dalam mendukung ekonomi dan mobilitas masyarakat, namun sektor ini juga menyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) dan polutan udara yang memperburuk pencemaran lingkungan serta perubahan iklim. Mesin diesel pada kendaraan niaga menghasilkan emisi, seperti CO, NOx, HC, PM, dan SOx. Dalam upaya mengurangi dampak negatifnya, Indonesia menerapkan standar emisi EURO melalui PERMEN LHK No. 20 Tahun 2017 untuk standar EURO-4 dan PERMEN LHK No. 141 Tahun 2003 untuk standar EURO-2, yang mensyaratkan penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi, seperti Solar 53. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penggunaan Solar 53 pada mesin diesel 2400 cc berstandar emisi EURO-2 dan EURO-4 melalui uji driveability, dinamometer, emisi, pelumas, dan road test sejauh 10.000 km, yang kemudian dilakukan evaluasi pembongkaran mesin.
Hasil penelitian menunjukkan kedua kendaraan mengalami penurunan performa sesudah road test sejauh 10.000 km. Degradasi pelumas lebih signifikan pada kendaraan EURO-4 dibandingkan EURO-2. Pengujian driveability dan dinamometer menunjukkan penurunan performa yang lebih besar pada EURO-4. Pengujian emisi menunjukkan perubahan yang variatif pada kedua kendaraan uji, bergantung pada jenis emisi. Evaluasi pembongkaran mesin menunjukkan penurunan volume injeksi lebih besar pada kendaraan EURO-4, serta peningkatan injector flow loss yang lebih signifikan. Meskipun demikian, pola semprotan injektor dan kondisi filter tetap baik pada kedua kendaraan. Pembentukan deposit lebih banyak terjadi pada ruang pembakaran kendaraan EURO-4, sedangkan pada intake valve dan exhaust valve, kendaraan EURO-2 menunjukkan pembentukan deposit yang lebih banyak. Meskipun memenuhi standar emisi EURO-4, Solar 53 belum sepenuhnya kompatibel untuk kendaraan EURO-4, mengingat penurunan performa yang lebih besar pada kendaraan EURO-4.
Perpustakaan Digital ITB