Pengolahan limbah POME merupakan tantangan tersendiri bagi industri kelapa sawit di
Indonesia sehingga mendorong upaya waste-to-energy dengan pemanfaatan limbah POME
menjadi bioetanol melalui proses anaerobik. Optimasi kondisi proses anaerobik perlu
dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pembentukan etanol dalam waktu yang singkat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi garam ZnCl2
dan oksida logam ZnO sebagai katalis dengan variasi konsentrasi 0,5 ; 1 ; 1,5 ; dan 2 mg/L
terhadap pembentukan etanol dilihat dari parameter pH, VSS, COD, etanol, dan asam
volatil. Metode penelitian meliputi tahap seeding, aklimatisasi, dan pengoperasian reaktor
menggunakan kultur campuran dari biomassa POME dan septic tank dengan substrat
limbah artifisial dengan karakteristik POME pada circulating bed reactor. Berdasarkan
hasil penelitian, diperoleh bahwa produksi maksimum etanol tercapai pada penambahan
ZnO dan ZnCl2 sebesar 2 mg/L. Sementara itu, produksi maksimum asam volatil tercapai
pada penambahan ZnO sebesar 2 mg/L dan ZnCl2 sebesar 1 mg/L. Penambahan ZnO
meningkatkan laju penyisihan senyawa organik sedangkan penambahan ZnCl2 memicu
akumulasi asam volatil yang terindikasi dari meningkatnya konsentrasi senyawa organik.
Laju pertumbuhan biomassa maksimum terjadi pada ZnO 0,5?mg/L (0,011?jam?¹) dan
ZnCl2 1,0?mg/L (0,005?jam?¹) dengan fase asidogenesis terjadi lebih awal pada ZnO
2,0?mg/L (penurunan pH jam ke-3) dan ZnCl2 1,5?mg/L (penurunan pH jam ke-12). Hasil
uji ANOVA (? = 0,05) menyimpulkan bahwa penambahan ZnO berpengaruh secara
signifikan terhadap pembentukan etanol (p = 0,001 < ?) namun penambahan ZnCl2 tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap pembentukan etanol (p = 0,242 > ?) sehingga dapat
disimpulkan bahwa penggunaan ZnO lebih efektif daripada ZnCl2 dalam meningkatkan
produksi etanol.
Perpustakaan Digital ITB