Paduan Mg?Ni merupakan salah satu kandidat material penyimpan hidrogen karena memiliki kapasitas penyimpanan yang relatif tinggi serta temperatur absorpsi dan desorpsi yang lebih rendah dibandingkan magnesium murni. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh waktu ball milling, proses annealing, dan doping aluminium terhadap pembentukan fasa, perubahan kisi kristal, serta ukuran partikel paduan Mg?Ni yang disintesis menggunakan metode wet mechanical alloying. Sintesis dilakukan menggunakan variasi waktu ball milling 30 jam dan 50 jam, dilanjutkan dengan proses annealing pada 480 °C selama 1 jam dalam atmosfer argon. Karakterisasi dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Rietveld refinement, dan Scanning Electron Microscopy–Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ball milling hingga 50 jam belum mampu membentuk fasa Mg?Ni secara signifikan, sedangkan proses annealing berhasil menghasilkan Mg?Ni sebagai fasa utama. Doping aluminium menyebabkan penurunan parameter kisi Mg?Ni dan menghasilkan pembentukan fasa intermetalik Mg?AlNi?. Selain itu, peningkatan waktu ball milling menurunkan ukuran partikel, sedangkan proses annealing meningkatkan ukuran partikel akibat difusi antar atom serta menghasilkan distribusi unsur Mg, Ni, dan Al yang lebih saling bertumpang tindih.
Perpustakaan Digital ITB