digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Terbatasnya fasilitas pengolahan sampah di Kota Pekanbaru menyebabkan besarnya timbulan sampah yang masuk ke TPA. Pengolahan sampah adalah salah satu biaya utama yang dikeluarkan oleh otoritas lokal di negara berkembang. Usaha pengolahan sampah selain dapat memberikan manfaat dan biaya secara ekonomi juga dapat memberikan manfaat dan biaya bagi lingkungan. Berdasarkan hasil analisis pada Tahun 2018, sampah yang dihasilkan di Kota Pekanbaru mencapai 592.961 kg/hari. Dalam usaha mereduksi sampah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru membangun fasilitas pengolahan sampah berupa rumah kompos, Tempat Pengolahan Sampah-Reuse Reduce Recycle (TPS-3R) dan bank sampah. Fasilitas ini dapat mereduksi sampah sekitar 2.871,16 kg/hari atau 0,48% dari total timbulan sampah di sumber. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan skenario fasilitas pengolahan sampah di Kota Pekanbaru dengan pendekatan Cost Benefit Analysis (CBA). Skenario fasilitas pengolahan sampah dibagi menjadi tiga skenario, dimana masing-masing skenario dihitung komponen biaya dan komponen manfaatnya kemudian dibandingkan dengan pendekatan CBA. Berdasarkan hasil analisis pada skenario A, diperoleh nilai net value yaitu Rp332.913.313 dengan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) yaitu 1,62, sedangkan pada skenario B diperoleh nilai net value yaitu Rp2.110.282.201 dengan nilai BCR yaitu 2,90 dan pada skenario C diperoleh nilai BCR pada Tahun 2025 adalah 2,19 dengan nilai Net Present Value (NPV) yaitu Rp17.044.293.215. Nilai net value dan NPV yang positif serta BCR> 1 menunjukkan bahwa setiap skenario fasilitas pengolahan sampah Kota Pekanbaru layak untuk dioperasionalkan dan memberikan keuntungan secara ekonomi