digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Isu mengenai kredibilitas pelaporan keberlanjutan di sektor pertambangan semakin mendapat perhatian, terutama karena meningkatnya indikasi praktik greenwashing dalam pengungkapan CSR dan ESG perusahaan di Indonesia. Berbagai penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara klaim keberlanjutan yang dilaporkan perusahaan dengan dampak lingkungan dan sosial yang dialami masyarakat di sekitar wilayah tambang, sehingga diperlukan suatu pendekatan evaluatif yang lebih kritis dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan bentuk-bentuk greenwashing yang ditemukan dalam studi terdahulu, mengevaluasi tingkat transparansi dan akurasi klaim keberlanjutan, serta memetakan tema dominan dan tren penelitian terkait greenwashing melalui analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer. Metode PRISMA 2020 V2 digunakan untuk menyeleksi 15 literatur yang paling relevan, yang kemudian dianalisis secara mendalam melalui pendekatan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola berulang terkait pengungkapan selektif, CSR simbolis, serta lemahnya akuntabilitas tata kelola dalam pelaporan keberlanjutan perusahaan tambang. Penelitian ini juga mengembangkan sebuah kerangka evaluasi greenwashing yang dirancang khusus untuk konteks pertambangan di Indonesia, yang dapat menjadi dasar teoretis dalam menilai keaslian dan integritas klaim keberlanjutan secara lebih ketat. Kerangka ini diharapkan dapat memperkuat transparansi, meningkatkan akuntabilitas, dan mendorong penelitian lanjutan mengenai pelaporan keberlanjutan dan praktik greenwashing.