Lokasi fasilitas merupakan salah satu tantangan strategis terpenting yang dihadapi oleh usaha kecil dan menengah (UKM), terutama yang berfokus pada jasa, karena mereka perlu mengelola efisiensi operasional, kesesuaian pasar, dan faktor lingkungan. PT Cahaya Amanah Nusantara (PT CAN), sebuah perusahaan kecil di Indonesia yang menyediakan jasa perawatan dan perbaikan pendingin, tertarik untuk memperluas lokasi bengkelnya di seluruh Jawa Timur, yang memiliki beragam jaringan jalan, distribusi industri yang tidak konsisten, dan tingkat paparan lingkungan yang bervariasi. Perusahaan akan membutuhkan proses analitis terstruktur untuk mengevaluasi opsi lokasi selain penilaian intuitif atau perhitungan jarak sederhana.
Studi ini menggunakan analisis lokasi fasilitas, model berbasis jaringan untuk mengevaluasi akses, dan analisis keputusan multi-kriteria (MCDA) dengan pengukuran geospasial. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja tiga bagian yang berurutan, yang mengintegrasikan evaluasi kinerja aksesibilitas, evaluasi konteks strategis, dan evaluasi risiko spasial ke dalam satu alur kerja analitis. Kerangka kerja ini mendukung peran penilaian manajerial sebagai bagian dari keputusan lokasi fasilitas secara konsisten di seluruh indikator spasial dan operasional.
Studi ini terdiri dari tiga fase analitis. Kerangka kerja 1 mengevaluasi aksesibilitas menggunakan waktu tempuh jaringan jalan berdasarkan data OpenStreetMap dan area layanan SLA (SLA) berbobot permintaan untuk mengembangkan daftar pendek lokasi hub kandidat berdasarkan jarak tempuh dari area pengaruh masingmasing hub menggunakan teknik penyaringan MCLP. Kerangka kerja 2 menentukan kesesuaian spasial dengan menggabungkan tingkat aktivitas industri menjadi indeks untuk area tersebut dikombinasikan dengan paparan banjir pesisir yang digunakan untuk mengembangkan dua indeks yang dinormalisasi, yaitu indeks strategis dan indeks lingkungan. Kerangka kerja 3 menggunakan proses Analisis Keputusan Multikriteria tipe Kombinasi Linier Berbobot (WLC), yang pertama-tama menerapkan teknik normalisasi pada semua indikator kemudian memberi bobot pada indikator berdasarkan prioritas operasional manajer.
Menurut hasil analisis, Kabupaten Gresik menempati peringkat tertinggi pada skor komposit (0,937016) berdasarkan akses komunikasi yang kuat dan faktor strategis yang kompatibel bila dinilai menurut asumsi pemodelan yang digunakan dalam penelitian ini. Kerangka kerja ini memberikan panduan kepada manajemen PT CAN untuk membuat keputusan implementasi berdasarkan dokumentasi, metodologi pendukung keputusan yang konsisten secara internal, dan bukan menggunakan penilaian pribadi untuk membuat keputusan implementasi akhir. Studi ini mendukung hipotesis bahwa kerangka kerja perencanaan lokasi fasilitas geospasial yang terstruktur, sumber terbuka, dan berorientasi pada UKM dapat dikembangkan dan diterapkan untuk membantu UKM di lingkungan yang heterogen dan rawan risiko.
Perpustakaan Digital ITB