Keberlanjutan merupakan konsep yang semakin banyak digunakan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam konteks bisnis, terutama setelah Indonesia secara resmi menyatakan komitmennya untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Pencapaian tujuan ini tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan yang memiliki peran strategis sebagai katalis dalam percepatan implementasi praktik keberlanjutan. Melalui fungsi intermediasi keuangan, perbankan berperan dalam menyalurkan pembiayaan yang mendukung aktivitas ekonomi hijau, baik dalam bentuk pembiayaan berbasis lingkungan maupun dukungan terhadap prakik bisnis berkelanjutan. Dalam konteks ini, pembiayaan berkelanjutan tidak hanya dipahami sebagai instrumen untuk mendukung proyek ramah lingkungan, tetapi juga sebagai upaya untuk mendorong inklusivitas pembiayaan bagi sektor usaha kecil dan menengah (SME) sebagai bagian dari implementasi aspek sosial dari Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara bank, pemerintah, dan pelaku industri.
Pembiayaan Perdagangan merupakan salah satu solusi pembiayaan terstruktur yang umum digunakan oleh sektor perbankan untuk mendukung transaksi perdagangan, baik domestik maupun internasional. Peran bank dalam Pembiayaan Perdagangan tidak hanya sebatas penyediaan pembiayaan, tetapi juga sebagai pihak yang meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas antar mitra bisnis melalui penyediaan instrumen Pembiayaan Perdagangan yang menjamin performa pembayaran maupun pemenuhan kewajiban transaksi. PT Satu Bank (SB Bank) sebagai salah satu bank berbasis global di Indonesia dengan dukungan pemegang saham internasional memiliki komitmen untuk menerapkan praktik perbankan hijau, termasuk dalam pengembangan Pembiayaan Perdagangan Berkelanjutan.
Dalam masa transisi menuju ekonomi hijau, berbagai tantangan muncul seiring dengan dinamika regulasi, ketidakpastian pasar, kesiapan pelaku industri, hingga
perbedaan persepsi mengenai implementasi keberlanjutan. Namun di saat yang sama, tantangan ini juga menghadirkan peluang strategis bagi bank untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan kapabilitas, dan memperkuat posisi kompetitif melalui inovasi solusi pembiayaan. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang adaptif menjadi penting agar SB Bank mampu tetap responsif, relevan, dan resilien menghadapi berbagai skenario perubahan di masa depan.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran adaptif bagi implementasi Pembiayaan Perdaganan Berkelanjutan di SB Bank dalam horizon waktu 10 tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap para pelaku industri yang terlibat dalam ekosistem Pembiayaan Perdagangan Berkelanjutan, penyebaran survey, dan validasi pakar menggunakan metode Delphi. Temuan awal menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman yang selama ini terlihat pada level permukaan, sehingga diperlukan analisis yang lebih mendalam untuk memahami motif, keyakinan, dan narasi yang membentuk persepsi tersebut. Untuk itu, penelitian ini menggunakan pendekatan Causal Layered Analysis (CLA) yang terdiri dari empat lapisan, yaitu Litany, Systemic, Worldview, serta Myth/Metaphor. Pendekatan CLA digunakan untuk menggali pemaknaan lebih dalam terhadap isu keberlanjutan, mengidentifikasi keyakinan yang melatarbelakangi, serta mengungkap metafora yang merepresentasikan persepsi pengambil keputusan utama, yang kemudian menjadi dasar pembentukan persona pelanggan.
Selanjutnya, penelitian ini menggunakan pendekatan Scenario Planning untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan kondisi masa depan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan implementasi Pembiayaan Perdagangan Berkelanjutan. Melalui eksplorasi skenario dan penetapan indikator peringatan dini, SB Bank dapat merumuskan strategi pemasaran yang tidak hanya responsif, tetapi juga antisipatif terhadap perubahan lingkungan bisnis. Kombinasi analisis CLA, pembentukan persona, dan pendekatan skenario memberikan kerangka strategis bagi SB Bank untuk membangun strategi pemasaran yang adaptif, dengan pesan yang disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan persepsi masing- masing persona dalam menghadapi skenario masa depan yang berbeda.
Perpustakaan Digital ITB