digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Galaksi spiral anemik (Anemic Spiral) merupakan kelas transisi dalam sistem klasifikasi paralel David Dunlap Observatory yang menjembatani galaksi spiral normal kaya gas (Sa–Sb–Sc) dengan galaksi lentikular (S0) (van den Bergh, 1976). Galaksi ini mempertahankan struktur piringan dan lengan spiral yang jelas namun tampak pucat akibat teredamnya laju pembentukan bintang, dengan ciri defisiensi ekstrem hidrogen netral (HI) di tengah kandungan gas molekuler (H2) yang relatif normal (Bothun and Sullivan, 1980; Elmegreen et al., 2002). Keterbatasan skema morfologi visual Hubble dalam memisahkan kelas transisi secara presisi memotivasi penelitian ini untuk mengonstruksi katalog morfologi galaksi spiral secara kuantitatif dan mengisolasi populasi spiral anemik murni di Alam Semesta lokal. Sampel prediksi berskala besar dihimpun dari katalog value-added MPA-JHU Sloan Digital Sky Survey (SDSS) Data Release 17, dengan label kebenaran morfologi (T-type RC3: Sa, Sb, Sc) bersumber dari MaNGAPipe3D dan flag spiral dari Galaxy Zoo. Model Support Vector Machine (SVM) berkernel RBF dilatih pada lima fitur —fraksi profil de Vaucouleurs (fracDeV), indeks konsentrasi (C), laju pembentukan bintang (SFR), massa bintang (logM?), dan rasio garis emisi log([N II]/H?)—dan mencapai akurasi keseluruhan 82.4% (N = 1189), dengan kinerja tertinggi pada kelas Sa (F1 = 0.91) dan terendah pada kelas transisi Sb (F1 = 0.65). Proyeksi Linear Discriminant Analysis (LDA) menunjukkan subkelas Sa–Sb–Sc membentuk kontinum yang saling beririsan, bukan klaster diskret, sehingga secara empiris menegaskan sifat berkesinambungan deret Hubble. Implementasi model pada 113068 galaksi menghasilkan distribusi 11611 Sa (10.3%), 57008 Sb (50.4%), dan 44449 Sc (39.3%) pada rentang redshift lokal (median z ? 0.089). Isolasi spiral anemik dilakukan melalui seleksi parameter bertingkat: pemotongan struktur piringan (c = R50/R90 > 0.33) (Shimasaku et al., 2001), segregasi ruang gradien warna u ? r versus !(g ? i) (Park and Choi, 2005), batas deret merah (u?r > 2.22) (Strateva et al., 2001), eksklusi galaksi edge-on (log(b/a) < 0.2) (Masters et al., 2010), serta validasi spektroskopis melalui Diagram WHAN (WH? < 3 °A) (Cid Fernandes et al., 2011) dengan pemotongan kualitas SNR > 3?. Prosedur ini menyusutkan populasi menjadi katalog final 637 galaksi spiral anemik (352 Sa, 284 Sb, dan 1 Sc), disertai sampel kontrol spiral normal pembentuk bintang sebanyak 27878 galaksi. Diagram WHAN memisahkan sampel secara definitif dari kontaminasi Active vi Galactic Nuclei (AGN) dan menempatkan seluruh objek di kuadran Retired Galaxies, membuktikan bahwa emisi bertipe LINER berasal dari fotoionisasi bintang tua bermassa rendah yang panas (HOLMES) (Cid Fernandes et al., 2011). Karakterisasi fisis menunjukkan dominasi galaksi masif (M? > 1010M?) dengan bulge besar, mengindikasikan bekerjanya Mass Quenching (Peng et al., 2010) dan Morphological Quenching (Martig et al., 2009) secara simultan. Uji perbandingan ter-matching dua arah terhadap sampel kontrol mengukuhkan kedua kanal ini sebagai sumbu fisis yang independen: pada morfologi setara galaksi anemik tetap lebih masif (KS D = 0.84 untuk Sa), sedangkan pada massa dan redshift setara sampel anemik tetap lebih terkonsentrasi dan didominasi bulge (fracDeV D = 0.57; C D = 0.42). Analisis lingkungan melalui pencocokan silang dengan katalog grup Tempel et al. (2014) memperlihatkan distribusi yang sangat menceng ke kerapatan rendah—37% sampel adalah galaksi medan (Ngal = 1)—yang menantang paradigma klasik ram-pressure stripping dan mengonfirmasi evolusi spiral anemik melalui jalur ganda: kanal internal (mass/morphological quenching) yang dominan di lingkungan terisolasi dan kanal eksternal (strangulation) di lingkungan grup. Penelitian ini menghasilkan katalog morfologi yang objektif dan dapat direproduksi sebagai basis data untuk mengkaji mekanisme quenching evolusioner di Alam Semesta lokal.