digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Warisan budaya merupakan kekayaan yang dimiliki oleh setiap bangsa yang dapat menceritakan perilaku kehidupan masyarakat pada suatu bangsa. Cerita yang terkandung dalam suatu warisan budaya, yang salah satunya tertuang pada Benda Cagar Budaya, merupakan cerita yang memiliki nilai sejarah dan tidak pernah bisa digantikan sehingga perlu dilakukan upaya-upaya yang tepat untuk melestarikan cerita sejarah yang kita dimiliki salah satunya dengan mendokumentasikan warisan budaya (Kompleks Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah). Konservasi dapat diartikan sebagai cabang arkeologi yang mencoba untuk mempreservasi dan mengelola objek arkeologis untuk berbagai kepentingan akademis-praktis di masa sekarang dan mendatang (Yuwono, 2003). Sistem informasi geografis yang menyediakan kemampuan untuk menyimpan, menampilkan serta menganalisa data spasial, dalam kegiatan konservasi dapat berperan untuk arkeolog dalam kepentingan pemeliharaan maupun rekonstruksi. Pembangunan virtual reality GIS untuk dokumentasi konservasi warisan budaya pada prinsipnya lebih mengarah pada segi visualisasi. Tahapan yang dilakukan meliputi perancangan desain basis data, ekstraksi data yang meliputi pemodelan 3D, georeferensi model, segmentasi model bangunan candi, implementasi basis data, serta proses visualisasi. Hasil yang diharapkan dari virtual reality GIS ini yaitu aplikasi dengan visual 3D yang menampilkan visualisasi dari Kompleks Candi Sewu berupa foto udara, 3D komplek candi, serta model 3D LOD 2, LOD 3, hingga LOD 4. Selain itu diharapkan aplikasi yang dibuat dapat membuat proses konservasi terutama rekonstruksi bangunan candi lebih efektif dan efisien.