Levofloksasin merupakan antibiotik fluoroquinolon yang banyak digunakan pada
pneumonia dan termasuk dalam kategori WATCH menurut klasifikasi WHO
AWaRe, sehingga penggunaannya memerlukan pemantauan ketat. Efektivitas
levofloksasin sangat bergantung pada pencapaian target
farmakokinetik/farmakodinamik (PK/PD), khususnya rasio area di bawah kurva
konsentrasi–waktu terhadap konsentrasi hambat minimum (AUC0-24/MIC).
Penelitian ini mengevaluasi profil farmakokinetik levofloksasin intravena pada
pasien pneumonia komunitas rawat inap di RSUP Dr. Hasan Sadikin menggunakan
pendekatan non-compartmental analysis. Kadar levofloksasin plasma diukur
dengan metode high-performance liquid chromatography pada empat titik waktu
pengambilan sampel dalam satu interval dosis. Parameter yang dianalisis meliputi
konsentrasi maksimum (Cmax), AUC0-24, dan rasio AUC0-24/MIC berdasarkan
breakpoint Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Hasil analisis pada
29 pasien menunjukkan variabilitas antarindividu yang besar pada Cmax, AUC0-24,
dan AUC0-24/MIC. Pasien dengan augmented renal clearance memperlihatkan
penurunan konsentrasi obat yang cepat dan risiko paparan rendah, sedangkan
pasien dengan gangguan fungsi ginjal menunjukkan eliminasi lambat, kadar palung
yang tinggi, dan potensi akumulasi obat. Median Cmax tercatat sebesar 14,41 mg/L,
median AUC0-24 sebesar 162 mg·h/L, dan median rasio AUC0-24/MIC sebesar 81
pada isolat dengan MIC ?2 mg/L. Pada isolat dengan kategori susceptible, sebagian
besar pasien mencapai rasio AUC0-24/MIC yang memadai, meskipun variasi
paparan antarindividu tetap ditemukan. Temuan ini menunjukkan bahwa dosis
standar levofloksasin tidak selalu menjamin paparan optimal maupun keamanan
terapi, sehingga pendekatan individualisasi dosis dan penerapan therapeutic drug
monitoring perlu dipertimbangkan untuk mengoptimalkan penggunaan
levofloksasin pada pasien pneumonia.
Perpustakaan Digital ITB