digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Levofloksasin merupakan antibiotik fluoroquinolon yang banyak digunakan pada pneumonia dan termasuk dalam kategori WATCH menurut klasifikasi WHO AWaRe, sehingga penggunaannya memerlukan pemantauan ketat. Efektivitas levofloksasin sangat bergantung pada pencapaian target farmakokinetik/farmakodinamik (PK/PD), khususnya rasio area di bawah kurva konsentrasi–waktu terhadap konsentrasi hambat minimum (AUC0-24/MIC). Penelitian ini mengevaluasi profil farmakokinetik levofloksasin intravena pada pasien pneumonia komunitas rawat inap di RSUP Dr. Hasan Sadikin menggunakan pendekatan non-compartmental analysis. Kadar levofloksasin plasma diukur dengan metode high-performance liquid chromatography pada empat titik waktu pengambilan sampel dalam satu interval dosis. Parameter yang dianalisis meliputi konsentrasi maksimum (Cmax), AUC0-24, dan rasio AUC0-24/MIC berdasarkan breakpoint Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Hasil analisis pada 29 pasien menunjukkan variabilitas antarindividu yang besar pada Cmax, AUC0-24, dan AUC0-24/MIC. Pasien dengan augmented renal clearance memperlihatkan penurunan konsentrasi obat yang cepat dan risiko paparan rendah, sedangkan pasien dengan gangguan fungsi ginjal menunjukkan eliminasi lambat, kadar palung yang tinggi, dan potensi akumulasi obat. Median Cmax tercatat sebesar 14,41 mg/L, median AUC0-24 sebesar 162 mg·h/L, dan median rasio AUC0-24/MIC sebesar 81 pada isolat dengan MIC ?2 mg/L. Pada isolat dengan kategori susceptible, sebagian besar pasien mencapai rasio AUC0-24/MIC yang memadai, meskipun variasi paparan antarindividu tetap ditemukan. Temuan ini menunjukkan bahwa dosis standar levofloksasin tidak selalu menjamin paparan optimal maupun keamanan terapi, sehingga pendekatan individualisasi dosis dan penerapan therapeutic drug monitoring perlu dipertimbangkan untuk mengoptimalkan penggunaan levofloksasin pada pasien pneumonia.