Untuk mencapai efektivitas serta keamanan yang baik, meropenem harus berada pada
rentang kadar terapeutik sesuai dengan target farmakokinetik/farmakodinamik
(PK/PD). Pemantauan kadar meropenem berperan penting dalam optimalisasi terapi
pada pasien pneumonia yang sering mengalami perubahan farmakokinetik. Penelitian
ini bertujuan mengevaluasi ketercapaian parameter PK/PD yaitu dengan ditentukan oleh
lamanya waktu kadar obat berada di atas nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC)
dari patogen yang dituju (%fT > MIC) diantaranya pada 50% fT > MIC, 75% fT > MIC,
100% fT > MIC serta 50% fT > 4 x MIC, 75% fT > 4 x MIC, 100 % fT > 4 x MIC
dengan pendekatan perhitungan proposi ketercapaian terapi pada pasien menggunakan
metode % Probability of Target Attainment (PTA). Penelitian ini dilaksanakan di
Rumah Sakit Umum Pendidikan (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung pada pasien
pneumonia rawat inap yang menerima antibiotik Meropenem. Penelitian observasional
deskriptif potong lintang pada 30 pasien ini melibatkan pengambilan sampel darah pada
jam ke-4, ke-6, dan ke-8 setelah pemberian dosis meropenem 1 g setiap 8 jam. Kadar
meropenem dianalisis menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)
yang telah tervalidasi sesuai pedoman European Medicine Agency (EMA). Hasil
penelitian menunjukkan adanya variabilitas kadar meropenem antarindividu, terutama
dipengaruhi oleh fungsi ginjal. Pasien dengan penurunan fungsi ginjal menunjukkan
kadar yang lebih tinggi dan bertahan lebih lama, sedangkan pasien dengan fungsi ginjal
baik dan Augmented Renal Clearance (ARC) mengalami penurunan kadar yang lebih
cepat. Pemberian melalui Extended Infusion 3 jam cenderung menghasilkan kadar
plasma yang terjaga lebih lama dibandingkan Intermittent Infusion 1 jam. Ketercapaian
klinis PTA ?90% pada semua subjek penelitian dengan seluruh rate infuse untuk dosis
Meropenem 1 g setiap 8 jam i.v hingga 8 jam efektif terhadap MIC patogen ?2 mg/L.
Analisis PTA menunjukkan bahwa ketercapaian target tertinggi diperoleh pada MIC ?
4 mg/L dengan target 50% fT>MIC pada PTA 100%. Extended Infusion cenderung
memberikan PTA yang lebih tinggi dibandingkan Intermittent infusion, terutama pada
target PK/PD yang tinggi. Untuk memperoleh ketercapaian kadar terapeutik yang lebih
lama dapat disarankan pemberian Meropenem secara Extended Infus selama 3 jam. Pada
penelitian selanjutnya dapat dilakukan penelitian untuk penentuan kadar meropenem
pada pasien yang menerima Extended Infus dan Intermittent Infus dengan jumlah
populasi dan pengelompokan yang sesuai dengan desain studi lanjutan.
Perpustakaan Digital ITB