digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Untuk mencapai efektivitas serta keamanan yang baik, meropenem harus berada pada rentang kadar terapeutik sesuai dengan target farmakokinetik/farmakodinamik (PK/PD). Pemantauan kadar meropenem berperan penting dalam optimalisasi terapi pada pasien pneumonia yang sering mengalami perubahan farmakokinetik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketercapaian parameter PK/PD yaitu dengan ditentukan oleh lamanya waktu kadar obat berada di atas nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dari patogen yang dituju (%fT > MIC) diantaranya pada 50% fT > MIC, 75% fT > MIC, 100% fT > MIC serta 50% fT > 4 x MIC, 75% fT > 4 x MIC, 100 % fT > 4 x MIC dengan pendekatan perhitungan proposi ketercapaian terapi pada pasien menggunakan metode % Probability of Target Attainment (PTA). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Pendidikan (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung pada pasien pneumonia rawat inap yang menerima antibiotik Meropenem. Penelitian observasional deskriptif potong lintang pada 30 pasien ini melibatkan pengambilan sampel darah pada jam ke-4, ke-6, dan ke-8 setelah pemberian dosis meropenem 1 g setiap 8 jam. Kadar meropenem dianalisis menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) yang telah tervalidasi sesuai pedoman European Medicine Agency (EMA). Hasil penelitian menunjukkan adanya variabilitas kadar meropenem antarindividu, terutama dipengaruhi oleh fungsi ginjal. Pasien dengan penurunan fungsi ginjal menunjukkan kadar yang lebih tinggi dan bertahan lebih lama, sedangkan pasien dengan fungsi ginjal baik dan Augmented Renal Clearance (ARC) mengalami penurunan kadar yang lebih cepat. Pemberian melalui Extended Infusion 3 jam cenderung menghasilkan kadar plasma yang terjaga lebih lama dibandingkan Intermittent Infusion 1 jam. Ketercapaian klinis PTA ?90% pada semua subjek penelitian dengan seluruh rate infuse untuk dosis Meropenem 1 g setiap 8 jam i.v hingga 8 jam efektif terhadap MIC patogen ?2 mg/L. Analisis PTA menunjukkan bahwa ketercapaian target tertinggi diperoleh pada MIC ? 4 mg/L dengan target 50% fT>MIC pada PTA 100%. Extended Infusion cenderung memberikan PTA yang lebih tinggi dibandingkan Intermittent infusion, terutama pada target PK/PD yang tinggi. Untuk memperoleh ketercapaian kadar terapeutik yang lebih lama dapat disarankan pemberian Meropenem secara Extended Infus selama 3 jam. Pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan penelitian untuk penentuan kadar meropenem pada pasien yang menerima Extended Infus dan Intermittent Infus dengan jumlah populasi dan pengelompokan yang sesuai dengan desain studi lanjutan.