Studi ini menganalisis penggunaan strategis pemasaran digital untuk meningkatkan kesadaran merek di agensi kreatif, dengan menggunakan Alicyart Studio, sebuah agensi kreatif berbasis di Jakarta, sebagai studi kasus. Pergeseran cepat dari pemasaran tradisional ke platform digital, terutama media sosial, telah memperketat persaingan di industri kreatif. Alicyart Studio mengalami kesadaran merek yang rendah pada tahun 2024 diakibatkan karena penerbitan konten yang tidak konsisten, iklan digital berbayar yang tidak efektif, dan kurangnya komunikasi pemasaran yang terstruktur. Kondisi ini membatasi kemampuannya untuk menarik klien baru dan melemahkan posisinya dalam pasar agensi kreatif di Jakarta. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi strategi pemasaran digital yang efektif yang dapat secara sistematis meningkatkan kesadaran merek bagi agensi kreatif kecil.
Tujuan utama studi ini adalah menganalisis bagaimana Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC), iklan digital berbayar, dan strategi pilar konten Instagram dapat diterapkan secara strategis untuk meningkatkan visibilitas, kesadaran merek, dan/atau minat dan tindakan audiens. Pendekatan penelitian campuran (mixed method) yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, ditambah dengan penelitian quasi-eksperimental. Studi ini mengadopsi pendekatan (pre- dan post-) dengan membandingkan periode pra-perlakuan (baseline) dan pasca-perlakuan menggunakan akun Instagram Alicyart Studio sebagai unit pengamatan utama. Pada periode pasca-intervensi menerapkan intervensi pemasaran digital terstruktur selama empat minggu. Intervensi ini meliputi penerapan kerangka kerja 6M IMC, iklan digital berbayar melalui Meta Ads Manager, dan strategi pilar konten Instagram yang terstruktur berdasarkan empat pilar konten: fungsional, emosional, edukatif, dan fleksibel.
Data kuantitatif dikumpulkan melalui Instagram Insights dan survei secara online yang melibatkan 150 dan 113 responden, yang didistribusikan sebelum dan setelah periode percobaan. Indikator kinerja utama yang diukur meliputi reach, engagement rate, follower growth, and profile visits. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan peserta terpilih yang terdiri dari klien yang ada, pengikut, dan calon klien. Data wawancara dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengeksplorasi persepsi audiens, preferensi konten, serta perubahan dalam kredibilitas dan profesionalisme merek setelah implementasi perawatan.
Temuan menunjukkan bahwa implementasi strategi pemasaran digital yang terstruktur berhasil meningkatkan visibilitas online dan keterlibatan audiens Alicyart Studio. Metrik reach dan engagement meningkat selama periode pasca-perawatan, menunjukkan efektivitas iklan digital berbayar ketika dikombinasikan dengan pesan yang konsisten dan perencanaan konten. Pilar konten emosional dan fungsional menunjukkan daya ingat yang lebih kuat dan nilai yang dirasakan di antara responden, sementara konten edukatif berkontribusi positif terhadap keterampilan dan pengetahuan. Konten agile menghasilkan perhatian jangka pendek tetapi menunjukkan tingkat daya ingat yang lebih rendah. Temuan kualitatif lebih lanjut mengungkapkan bahwa konsistensi posting yang meningkat dan presentasi profesional meningkatkan persepsi kredibilitas dan kepercayaan.
Penelitian ini berkontribusi pada literatur pemasaran digital dengan menyediakan bukti tentang bagaimana IMC, pengujian pilar konten, dan iklan digital berbayar dapat diintegrasikan secara efektif dalam agensi kreatif kecil. Secara praktis, studi ini menawarkan wawasan yang dapat diterapkan dan kerangka kerja implementasi terstruktur yang dapat direplikasi oleh agensi kreatif serupa di Jakarta yang ingin meningkatkan kesadaran merek dengan sumber daya terbatas. Temuan ini menyoroti pentingnya perencanaan strategis, pengukuran, dan konsistensi dalam memanfaatkan pemasaran digital sebagai alat pembangunan merek jangka panjang daripada sekadar aktivitas taktis.
Perpustakaan Digital ITB