ndonesia terus mengalami peningkatan kebutuhan energi secara signifikan seiring
dengan pertumbuhan penduduk, pesatnya digitalisasi, dan tingginya aktivitas
industrialisasi. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara masih
menjadi tulang punggung utama. Namun, masifnya operasional PLTU berbanding
lurus dengan tingginya volume limbah sisa pembakaran yang dihasilkan, yaitu abu
terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash) atau FABA. Limbah FABA di
Indonesia diperkirakan mencapai belasan juta ton setiap tahunnya. Secara
karakteristik, FABA didominasi oleh senyawa kimia pozzolanik seperti silika,
alumina, besi oksida, dan kalsium oksida. Kandungan tersebut menjadikan FABA
bukan sekadar limbah buangan industri, melainkan sumber daya material sekunder
yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali melalui pendekatan
pengelolaan yang jauh lebih berkelanjutan dan sirkular. Melalui kerja sama lintas
disiplin dengan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi
Bandung (ITB), kajian ini mengeksplorasi pemanfaatan limbah PLTU tersebut
untuk direkayasa menjadi material komposit atau mortar yang bernilai tambah
tinggi. Fokus utama adalah untuk menganalisis secara mendalam tingkat ketahanan
material dari formulasi campuran FABA. Pengujian teknis ini sangat krusial untuk
mengukur parameter mekanik, seperti kuat tekan struktural, tingkat kepadatan, serta
persentase penyerapan air. Kombinasi fly ash dan bottom ash sebagai substitusi
semen diformulasikan guna mencapai proporsi campuran yang optimal dengan
pengaplikasian sebagai produk penunjang pada spa semi-outdoor
Perpustakaan Digital ITB