digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ndonesia terus mengalami peningkatan kebutuhan energi secara signifikan seiring dengan pertumbuhan penduduk, pesatnya digitalisasi, dan tingginya aktivitas industrialisasi. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara masih menjadi tulang punggung utama. Namun, masifnya operasional PLTU berbanding lurus dengan tingginya volume limbah sisa pembakaran yang dihasilkan, yaitu abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash) atau FABA. Limbah FABA di Indonesia diperkirakan mencapai belasan juta ton setiap tahunnya. Secara karakteristik, FABA didominasi oleh senyawa kimia pozzolanik seperti silika, alumina, besi oksida, dan kalsium oksida. Kandungan tersebut menjadikan FABA bukan sekadar limbah buangan industri, melainkan sumber daya material sekunder yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali melalui pendekatan pengelolaan yang jauh lebih berkelanjutan dan sirkular. Melalui kerja sama lintas disiplin dengan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB), kajian ini mengeksplorasi pemanfaatan limbah PLTU tersebut untuk direkayasa menjadi material komposit atau mortar yang bernilai tambah tinggi. Fokus utama adalah untuk menganalisis secara mendalam tingkat ketahanan material dari formulasi campuran FABA. Pengujian teknis ini sangat krusial untuk mengukur parameter mekanik, seperti kuat tekan struktural, tingkat kepadatan, serta persentase penyerapan air. Kombinasi fly ash dan bottom ash sebagai substitusi semen diformulasikan guna mencapai proporsi campuran yang optimal dengan pengaplikasian sebagai produk penunjang pada spa semi-outdoor