digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Farriq Nararia Ramadhan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Optimasi jaringan rute maskapai full service carrier (FSC) diperlukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dengan tetap mempertahankan konektivitas dan kelayakan layanan. Penelitian ini memodelkan jaringan rute penerbangan domestik Batik Air tahun 2025 sebagai graf berarah berbobot menggunakan teori jaringan kompleks, dengan bandara sebagai node, rute sebagai edge, dan frekuensi mingguan sebagai bobot jaringan. Berbeda dari penelitian sebelumnya, penelitian ini menambahkan batasan kapasitas slot pada level rute sebagai batasan operasional yang tidak boleh dilanggar. Batasan ini menjaga agar beban penerbangan hasil optimasi dan rerouting tetap berada dalam kapasitas slot yang tersedia. Optimasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama menggunakan Non-dominated Sorting Genetic Algorithm II (NSGA-II) untuk menentukan rute aktif dengan mempertimbangkan kapasitas slot, sedangkan tahap kedua menggunakan Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk menentukan frekuensi penerbangan dengan batasan flow conservation, kapasitas kursi, dan frekuensi maksimum. Hasil optimasi menunjukkan bahwa jumlah rute aktif berkurang dari 75 menjadi 72 rute, total jarak rute aktif menurun dari 93.397 km menjadi 90.479 km, dan total frekuensi penerbangan menurun dari 1.253 menjadi 1.030 penerbangan per minggu, dengan seluruh 35 bandara tetap dipertahankan. Jaringan hasil optimasi menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 sebesar 17,51%, setara dengan penghematan bahan bakar 42.853,69 ton per tahun dan reduksi emisi CO2 sebesar 135.417,65 ton per tahun berdasarkan faktor emisi ICAO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi teori jaringan kompleks, NSGA-II, MILP, dan batasan kapasitas slot mampu menghasilkan jaringan rute Batik Air yang lebih ringkas, efisien, dan layak secara operasional.