digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Aniqa Faiza Shaliha
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

COVER - Aniqa Faiza Shaliha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Aniqa Faiza Shaliha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Aniqa Faiza Shaliha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Aniqa Faiza Shaliha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Aniqa Faiza Shaliha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Aniqa Faiza Shaliha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Aniqa Faiza Shaliha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN - Aniqa Faiza Shaliha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Penelitian ini secara numerik mengkaji pengaruh sifat yang diinduksi oleh proses manufaktur terhadap perilaku pemancangan pipa baja Submerged Arc Welded Helical (SAWH). Empat parameter utama dianalisis, yaitu variasi sudut heliks, distribusi tegangan sisa akibat pengelasan, anisotropi material lokal, dan berat ram palu. Simulasi elemen hingga tiga dimensi dilakukan menggunakan Abaqus/Explicit untuk memodelkan interaksi tanah–pipa. Model numerik divalidasi terhadap hasil eksperimen, dengan galat relatif sebesar 3,75% pada gaya maksimum dan 4,41% pada perpindahan maksimum. Studi parametrik menunjukkan bahwa variasi sudut heliks, tegangan sisa pengelasan, dan anisotropi material memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap gaya puncak dan perpindahan maksimum, dengan deviasi di bawah 3%. Namun demikian, parameter-parameter tersebut berpengaruh signifikan terhadap perpindahan akhir (SET). Peningkatan sudut heliks dari 40° menjadi 60° meningkatkan perpindahan plastis akhir dari 2,65 mm menjadi 7,33 mm, yang dikaitkan dengan perubahan komponen tegangan sisa aksial dan keliling. Tegangan sisa akibat pengelasan dengan offset +20% terbukti meningkatkan SET dari 3,91 menjadi 5,36 mm jika dibandingkan dengan offset -20%, yang menunjukkan perannya yang krusial dalam perkembangan deformasi plastis. Sebaliknya, peningkatan berat ram palu dari 7 ton menjadi 14 ton menyebabkan kenaikan gaya puncak sebesar 24,36% dan SET sebesar 34,18%, yang mengindikasikan bahwa karakteristik palu mendominasi respons dinamik global selama proses pemancangan.