digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Renata27116309.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Seni penggambaran tubuh atau nudity in art masih terbilang tabu untuk diperbincangkan meskipun kesenian ini telah lama muncul sejak jaman prasejarah. Dalam perkembangannya, nudity in art masih terhambat oleh pemikiran-pemikiran dan persepsi yang sangat stereotipikal terhadap keindahan yang memperlihatkan lekuk tubuh dan tidak jarang selalu mengkaitkannya kearah konteks pornografi. Di tengah ambiguitas pengertian pornografi, penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi pemahaman masyarakat mengenai nudity in art di Indonesia serta mencari batasan-batasan yang dibutuhkan antara kesenian dan pornografi sehingga tidak banyak pihak yang dirugikan. Penelitian ini membahas permasalahan fenomena seni yang menampilkan ketelanjangan di Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka, wawancara dan observasi serta pendekatan kuantitatif melalui kuesioner yang didasarkan pada metode analisis semantic differential. Diketahui bahwa masyarakat banyak keraguan dalam menentukan objek nudity in art dan pornografi karena selain faktor usia dan pengalaman dalam mengutarakan persepsi, adanya faktor sensor yang terus menerus disuguhkan oleh media massa dirasa sangat mengganggu dimana objek yang disensor dianggap berlebihan. Masyarakat Indonesia sebenarnya cukup cerdas dalam membedakan dan memilih mana yang baik dan buruk namun disisi lain masyarakat juga bingung karena adanya ambiguitas pada media massa yang mana seharusnya objek itu dianggap wajar oleh publik namun yang terjadi adalah sebaliknya bagi media massa sehingga kondisi ini sangat bertentangan.