Pemantauan Kedalaman Muka Air Tanah (KMA) krusial untuk mitigasi kebakaran lahan
gambut, tetapi akurasinya sering terkendala oleh karakteristik data yang non-stasioner
dan fluktuatif ekstrem. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model hibrida yang
menggabungkan metode statistik dan Machine Learning (ML) untuk meningkatkan
presisi prediksi KMA di Provinsi Riau. Tiga skenario pemodelan diuji: (1) Model
Baseline (ARIMA/SARIMA), (2) Hibrida Residual, dan (3) Hibrida Dekomposisi
menggunakan metode DWT, MODWT, SSA, dan STL yang dikombinasikan dengan
algoritma Random Forest, XGBoost, LSTM, dan GRU.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model baseline dan hibrida residual kurang optimal
menangkap pola ekstrem, sedangkan pendekatan dekomposisi terbukti paling unggul.
Secara spesifik, kombinasi MODWT dengan Random Forest/XGBoost menghasilkan
akurasi tertinggi pada lokasi bervolatilitas rendah-menengah (NSE > 0.99), sementara
SSA-XGBoost paling tangguh pada lokasi bervolatilitas ekstrem. Selain itu, kombinasi
STL-LSTM teridentifikasi sebagai model paling valid secara statistik. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa pemilihan teknik dekomposisi yang adaptif terhadap kar
Perpustakaan Digital ITB