Angelica Fira Arthasaskia [19022199]
Terbatas Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan
Skripsi ini mengeksplorasi pengaruh praktik bisnis yang bertanggung jawab, seperti keberlanjutan, sumber bahan baku yang etis, dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terhadap pengambilan keputusan konsumen di industri barang mewah, dengan fokus khusus pada konglomerat global LVMH (Moët Hennessy Louis Vuitton). Seiring meningkatnya ekspektasi agar merek-merek mewah mampu menyeimbangkan eksklusivitas dengan transparansi etis, penelitian ini mengkaji bagaimana LVMH beradaptasi terhadap tekanan tersebut serta implikasinya terhadap persepsi konsumen, loyalitas merek, dan perilaku pembelian. Dengan melakukan tinjauan pustaka akademik secara mendalam dan menggunakan LVMH sebagai studi kasus, penelitian ini mengevaluasi topik-topik utama seperti inovasi sosial perusahaan (CSI), transparansi rantai pasok, strategi branding, psikografis konsumen, dan manajemen siklus hidup produk. Penelitian ini menyoroti berbagai peluang sekaligus kontradiksi yang dihadapi perusahaan mewah ketika menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab, termasuk tantangan dalam menyelaraskan identitas merek dengan narasi keberlanjutan sambil menghindari risiko greenwashing. Penelitian ini juga menekankan bahwa meskipun minat konsumen terhadap luxury yang berkelanjutan semakin meningkat, perilaku pembelian nyata seringkali terhambat oleh harga yang tinggi, kurangnya informasi, serta isu kepercayaan terhadap klaim keberlanjutan dari merek. Penelitian ini mengusulkan bahwa agar tetap relevan, merek-merek mewah harus mengintegrasikan nilai-nilai etis ke dalam inti operasional mereka, mulai dari desain dan produksi hingga komunikasi serta layanan purna jual.
Perpustakaan Digital ITB