digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABC Group merupakan perusahaan ritel farmasi milik perorangan di Bogor, Indonesia, yang sedang mengalami pertumbuhan dan perencanaan perluasan cabang dalam lima tahun ke depan. Sejalan dengan rencana tersebut, perusahaan memperkirakan kebutuhan sekitar 80 karyawan baru. Namun, pada realitanya, pengelolaan SDM di ABC Group masih berjalan berdasarkan kebiasaan, pengalaman, dan pemahaman bersama, belum melalui standar formal yang terdokumentasi. Kondisi ini terlihat dari belum adanya analisis jabatan dan standar kompetensi tertulis, sehingga peran kerja, perilaku yang diharapkan, serta dasar pengembangan karyawan belum sepenuhnya jelas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik saat ini pada ABC Group tanpa analisis jabatan dan kompetensi yang terdokumentasi, memberi saran kerangka dokumentasi analisis jabatan dan kompetensi yang formal untuk menutup isu, serta merancang kerangka formal yang dapat menjadi dasar People Development Program. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif tunggal dengan wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen internal, data dianalisis secara tematik dan diperkuat melalui triangulasi data. Hasil penelitian menghasilkan Codification-Gap Model, yang menjelaskan kesenjangan antara praktik SDM informal dengan kebutuhan perusahaan terhadap standar kerja yang lebih jelas dan tertulis. Berdasarkan model tersebut, penelitian ini mengusulkan rancangan analisis jabatan, kerangka kompetensi berbasis nilai dengan tingkat penguasaan, sistem manajemen kinerja, serta rencana pelatihan yang disusun dalam peta jalan implementasi bertahap.