ABC Group merupakan perusahaan ritel farmasi milik perorangan di Bogor,
Indonesia, yang sedang mengalami pertumbuhan dan perencanaan perluasan
cabang dalam lima tahun ke depan. Sejalan dengan rencana tersebut, perusahaan
memperkirakan kebutuhan sekitar 80 karyawan baru. Namun, pada realitanya,
pengelolaan SDM di ABC Group masih berjalan berdasarkan kebiasaan,
pengalaman, dan pemahaman bersama, belum melalui standar formal yang
terdokumentasi. Kondisi ini terlihat dari belum adanya analisis jabatan dan
standar kompetensi tertulis, sehingga peran kerja, perilaku yang diharapkan, serta
dasar pengembangan karyawan belum sepenuhnya jelas.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik saat ini pada ABC Group tanpa
analisis jabatan dan kompetensi yang terdokumentasi, memberi saran kerangka
dokumentasi analisis jabatan dan kompetensi yang formal untuk menutup isu, serta
merancang kerangka formal yang dapat menjadi dasar People Development
Program. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif tunggal
dengan wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen internal, data dianalisis
secara tematik dan diperkuat melalui triangulasi data. Hasil penelitian
menghasilkan Codification-Gap Model, yang menjelaskan kesenjangan antara
praktik SDM informal dengan kebutuhan perusahaan terhadap standar kerja yang
lebih jelas dan tertulis. Berdasarkan model tersebut, penelitian ini mengusulkan
rancangan analisis jabatan, kerangka kompetensi berbasis nilai dengan tingkat
penguasaan, sistem manajemen kinerja, serta rencana pelatihan yang disusun
dalam peta jalan implementasi bertahap.
Perpustakaan Digital ITB