COVER Muhammad Fathoni Sofyan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Muhammad Fathoni Sofyan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Muhammad Fathoni Sofyan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Muhammad Fathoni Sofyan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Muhammad Fathoni Sofyan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Muhammad Fathoni Sofyan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Muhammad Fathoni Sofyan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. var. DxP Simalungun) merupakan komoditas
perkebunan strategis di Indonesia yang keberhasilan produksinya sangat dipengaruhi oleh
kualitas bibit pada fase pembibitan awal (pre-nursery). Penggunaan biostimulan berbasis
ekstrak rumput laut dinilai berpotensi meningkatkan kualitas bibit secara berkelanjutan, namun
informasi mengenai kombinasi konsentrasi dan interval aplikasi yang optimum pada fase ini
masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai kombinasi
konsentrasi dan interval pemberian biostimulan ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) terhadap
pertumbuhan vegetatif, kandungan klorofil, dan biomassa bibit kelapa sawit, serta menentukan
kombinasi perlakuan terbaik pada fase pre-nursery. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kassa
ITB Kampus Jatinangor pada bulan Oktober 2025 hingga Januari 2026 menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan
(n = 280 tanaman). Perlakuan terdiri atas kombinasi tiga taraf konsentrasi biostimulan (5, 10,
dan 15 mL/L) dan dua interval aplikasi (satu kali per minggu dan satu kali per dua minggu),
serta satu perlakuan kontrol. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang,
jumlah daun, lebar daun, kadar klorofil daun (SPAD dan metode Wintermans & De Mots),
bobot biomassa segar dan kering tajuk serta akar, dan shoot-root ratio. Data dianalisis
menggunakan ANOVA dan uji lanjut LSD pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
aplikasi biostimulan ekstrak rumput laut berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter
pertumbuhan vegetatif dan biomassa, kecuali shoot-root ratio. Perlakuan terbaik adalah P3
berupa kombinasi konsentrasi aplikasi biostimulan 10 mL/L dengan interval dua minggu sekali
yang. Perlakuan terbaik P3 menghasilkan tinggi tanaman 16,55 cm, diameter batang 5,18 mm,
jumlah daun 2,95 helai, lebar daun 3,58 cm, kadar klorofil total 11,20 mg/L, bobot kering tajuk
0,71 g, dan bobot kering akar 0,29 g. Keseluruhan hasil P3 lebih tinggi secara signifikan
dibandingkan kontrol dengan tinggi tanaman 14,40 cm, diameter batang 4,34 mm, jumlah daun
2,50 helai, lebar daun 2,40 cm, kadar klorofil 9,88 mg/L, bobot kering tajuk 0,48 g, dan bobot
kering akar 0,20 g. Penelitian ini menyimpulkan bahwa biostimulan ekstrak rumput laut
Gracilaria spp. pada konsentrasi 10 mL/L dengan interval dua minggu sekali efektif
meningkatkan vigor bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery dan berpotensi direkomendasikan
sebagai teknologi pendukung pembibitan yang lebih berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB