digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

upload vela.2.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Bandara Internasional Husein Sastranegara (BIHS) merupakan salah satu gerbang akses utama yang menghubungkan Kota Bandung dengan wilayah lainnya, baik di dalam (domestik) dan di luar Indonesia (internasional). Menurut data statistik PT.Angkasa Pura II (persero) terjadi peningkatan penumpang pada setiap tahunnya. Untuk memenuhi standar bandara internasional mengenai kebutuhan dan kenyamanan penumpang serta pengunjung maka dilakukan renovasi terhadap gedung Terminal BIHS dan selesai pada tahun 2016. Renovasi tersebut berupa perbaikan, perluasan, dan penambahan fasilitas penunjang, seperti retail-retail, jalur khusus penyandang disabilitas dan ruangan lainnya. Dengan renovasi tersebut, lingkungan Terminal BIHS menjadi semakin kompleks yang pada akhirnya berpotensi untuk menimbulkan permasalah wayfinding. Proses wayfinding merupakan proses problem-solving yang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar seperti lingkungan, tata ruang, dan informasi yang tersedia, sedangkan faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri (people factor) seperti persepsi, kemampuan orientasi, dan proses pembuatan keputusan. Untuk mengkaji kedua faktor secara komprehensif, penelitian ini menggunakan metode campuran (mix-methods) antara kuantitatif dan kualitatif. Data dalam penelitian diperoleh melalui observasi lingkungan, literatur, dan pembagian kuesioner. Perolehan data kemudian di analisis dengan menggunakan metode pengukuran kualitas wayfinding yaitu visibility index (VI) dan level of service (LOS) untuk memperoleh nilai kualitas wayfinding pada alur keberangkatan (area publik dan keberangkatan domestik) di Terminal BIHS. Selain itu perolehan data juga di analisis berdasarkan nilai-nilai statistik untuk mengetahui pengaruh faktor internal (people factor) terhadap kualitas wayfinding. Area yang dikaji dalam penelitian ini adalah area umum dan keberangkatan domestik Terminal BIHS sebagai objek penelitian. Responden yang digunakan dalam penelitian berjumlah 80 orang. Responden merupakan warga lokal, yaitu Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di area keberangkatan domestik. Hasil pengolahan data dengan metode pengukuran visibility index memperlihatkan bahwa nilai visibility index dari area umum dan keberangkatan domestik di 3 Terminal BIHS adalah 0.345 yang menurut tingkat pelayanan (level of service) berada pada tingkat LOS C “cukup”. Selain itu hasil analisis memperlihatkan terdapat beberapa relevansi positif dan negatif antara kualitas wayfinding dan people factor.