Sungai Siak mempakan salah satu sungai utama di Provinsi Riau yang memiliki peran penting dalam
sistem hidrologi Kota Pekanbam. Wilayah ini secara mtin mengalami banjir, temtama pada kawasan
dataran banjir seperti Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, yang dipengaruhi oleh kombinasi
debit banjir dari hulu dan pasang sumt air laut. Selain faktor hidrologi dan pasang sumt,
sedimentasi yang tetjadi di sepanjang alur Sungai Siak diduga tumt berkontribusi terhadap penurunan
kapasitas sungai dalam menampung aliran banjir. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji karakteristik sedimentasi pada Sungai Siak yang terpengaruh pasang sumt serta pengamhnya
terhadap kapasitas sungai dan pengendalian banjir di Kota Pekanbaru.
Metodologi penelitian meliputi analisis hidrologi untuk memperoleh debit banjir rencana kala ulang
25 tahun (Q25), analisis hidraulika untuk menentukan elevasi muka air banjir, analisis pasang smut
untuk mengetahui pengamh fluktuasi muka air laut, serta analisis sedimentasi untuk menentukan
besaran laju sedimentasi dan perubahan dasar sungai. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan
perangkat lunak HEC-HMS, sedangkan analisis hidraulika dan sedimentasi dilakukan dengan HEC-RAS
berbasis pemodelan satu dimensi dan dua dimensi. Data yang digunakan meliputi data curah hujan,
geometri sungai, pasang surut, serta data sedimen hasil pengukuran lapangan dan pengujian
laboratorium.
Basil penelitian menunjukkan bahwa debit banjir rencana Q25 pada Sungai Siak berpotensi melampaui
kapasitas alur sungai di beberapa segmen, temtama pada wilayah dataran banjir. Interaksi antara
debit banjir dan kondisi pasang laut menyebabkan peningkatan elevasi muka air dan efek
backwater, yang memperparah terjadinya banjir. Saat debit banjir Q25 dipengamhi pasang smut
terendah, elevasi muka air banjir menunjukkan +3,82 meter, kondisi tersebut telah melewati elevasi
beberapa segmen tanggul sungai siak di Kelurahan Sri Meranti Parit Belanda. Mengacu pada Permen
PUPR No. 5, 2021 tentang Debit Rencana Infrastruktur Pengendali Banjir, maka evaluasi terhadap
kondisi tanggul eksisting dan evaluasi terhadap pola operasi pompa parit belanda di Kel.Sri Meranti
perlu dilakukan, temtama pada wilayah dataran banjir, untuk mengantisipasi kombinasi debit banjir
dari hulu dan pasang laut yang dapat meningkatkan risiko banjir.
Analisis sedimentasi menunjukkan adanya kecendernngan agradasi di sepanjang alur sungai, yang
mengakibatkan pendangkalan dasar sungai dan penurnnan kapasitas tampung. Basil model menunjukkan
rata-rata ketinggian agradasi sungai siak yang te1jadi di lokasi Ke!. Sri Meranti yaitu 0,024
meter/tahun. Akibatnya kenaikan elevasi muka air banjir selama dua tahun berkisar antara 18 cm - 25
cm. Hal ini akan berdampak langsung terhadap efektivitas pengendalian banjir di Kota Pekanbaru.
Elevasi pasang surnt di muara dapat mempengarnhi proses sedimentasi yang terjadi di Sungai Siak.
Pengaruh pasang laut yang masih menjangkau wilayah Kota Pekanbaru akan mempengaruhi dinamika aliran
dan proses sedimentasi di Sungai Siak di Kota Pekanbaru. Pada saat pasang, kecepatan aliran menurun
sehingga sedimen cenderung mengendap sehingga konsentrasi sedimen menurun, sedangkan pada saat
surnt kecepatan aliran meningkat sehingga terjadi peningkatan konsentrasi sedimen tersuspensi
yang terbawa dari arah hulu.
Secara keselurnhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sedimentasi yang dipengaruhi oleh pasang
smut berperan penting dalam menurnnkan kapasitas Sungai Siak dan meningkatkan risiko banjir di Kota
Pekanbaru. Oleh karena itu, pengelolaan banjir perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan
aspek hidrologi, hidraulika, pasang surut, serta pengendalian sedimentasi secara
berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB