digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dalam proses pemetaan secara fotogrametris, salah satu masalah utama yang harus diatasi adalah masalah restitusi dua foto udara yang saling pertampalan sedemikian rupa sehingga diperoleh model 3D (tiga dimensi) yang baik untuk ekstraksi data spasial yang terkait dengan unsur-unsur yang akan dipetakan. Model 3D dapat dibentuk bila dapat ditentukan titik-titik sekawan pada model yang bersangkutan. Pada sistem fotogrametri dijital, hubungan titik-titik sekawan antara satu foto dengan foto lainnya dapat dicari salah satunya dengan cara mengukur nilai korelasi citra (image correlation) sebagai indikator kecocokan citra foto udara digital yang bertampalan. Pengukuran korelasi citra tersebut dapat diperoleh melalui proses pencocokan citra (image matching). Prinsipnya dasarnya adalah mencocokkan objek pada citra kiri dengan objek yang sama pada citra kanan yang bertampalan (overlap). Citra foto udara yang digunakan adalah citra berwarna berdasarkan pertimbangan bahwa warna merupakan informasi penting dalam identifikasi objek. Dalam Tugas Akhir ini dicoba melibatkan unsur bobot masing-masing kanal merah, hijau dan biru dalam menentukan nilai korelasi citra sebagai upaya memperhitungkan dominasi warna pada citra dan sensitivitas sensor masing-masing kanal. Teknik tersebut dinamakan metode korelasi nilai rata-rata kanal yang diberi bobot (weighted channel mean value). Berdasarkan data-data hasil percobaan yang dihimpun, persentase keberhasilan Pencocokan Citra Metode Korelasi Nilai Rata-rata Kanal yang Diberi Bobot dihitung.