digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800








DAFTAR PUSTAKA SULTHAN FAIZ AKBAR
EMBARGO  2029-01-13 

LAMPIRAN SULTHAN FAIZ AKBAR
EMBARGO  2029-01-13 

Semenjak era reformasi di tahun 1999, desa di Indonesia ditetapkan menjadi daerah otonomi untuk mengembangkan lokalitas desa berupa asal-usul desa, adat istiadat, prakarsa Masyarakat yang sudah terbentuk dan melekat di desa sejak dulu. Bersamaan dengan itu, perkembangan teknologi digital dalam revolusi industri 4.0 dirujuk sebagai arah pembangunan global untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi perekonomian. Arah pembangunan global di adopsi menjadi kebijakan pembangunan di Indonesia yang mengarah ke desa, salah satunya kebijakan digitalisasi desa. Di sisi lain, kebijakan digitalisasi desa berpotensi mengganggu kebijakan otonomi desa itu karena kebijakan agenda global yang berasal dari luar diterapkan di desa dapat membentuk berbagai aspek dari perdesaan itu sendiri, seperti aspek sosial, budaya, teknologi, dan sebagainya. Kajian dilakukan terhadap teknologi smart farming di Desa Cibodas dalam program desa digital dengan analisis Multi-Level Perspective untuk melihat transisi dari praktik digitalisasi yang terjadi di Desa Cibodas dan implikasi kebijakan digitalisasi desa terhadap kebijakan otonomi desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan teknologi digital di Desa Cibodas merubah arah pembangunan desa ke arah pembangunan teknologi digital. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyak masyarakat yang berurusan dengan teknologi digital sehingga menggeser aktivitas utama Desa Cibodas yang sudah melekat selama berabad-abad dan kebijakan pembangunan berbasis agenda global tanpa mempertimbangkan unsur lokalitas desa menggeser konsep otonomi desa di Indonesia.