Light Subunit of Mushroom Tyrosinase (LSMT) merupakan lectin-like protein yang
berasal dari Agaricus bisporus, ditemukan secara tidak sengaja saat elusidasi
struktur kristal dari enzim tirosinase. Rekombinan Light Subunit Mushroom
Tyrosinase (rLMST) telah berhasil diproduksi. rLSMT bersifat non-imunogenik
dan tidak menyebabkan aglutinasi darah. rLSMT ini juga memiliki aktivitas dalam
menghambat proliferasi lini sel MDA-MB-231. Pada kanker, beberapa jalur
pensinyalan mengalami perubahan, salah satunya jalur pensinyalan Wnt. Aktivasi
Wnt berlebihan ditandai dengan kenaikan ekspresi ?-catenin dan target pensinyalan
seperti cyclin-D1. Sel Punca Kanker merupakan subpopulasi dari sel kanker yang
memiliki kapasitas regenerasi diri, proliferasi dan menginisiasi pembentukan
tumor. Pada penelitian ini dilakukan kajian lebih lanjut kemungkinan efektivitas
rLSMT sebagai anti kanker payudara melalui jalur pensinyalan Wnt. Selain itu juga
dilakukan pengembangan awal kultur sel 3 dimensi, sferoid, untuk mempelajari
proses tumorigenesis dan model untuk uji aktivitas obat anti kanker yang lebih
menyerupai kondisi jaringan kanker sebenarnya dibandingkan kultur sel pada
umumnya (2 dimensi). Aktivitas rLSMT terhadap regulasi jalur pensinyalan Wnt
pada lini sel kanker MDA-MB-231 diamati karena disregulasi jalur pensinyalan
Wnt berhubungan dengan proliferasi, diferensiasi dan regenerasi diri sel punca
kanker. Sferoid dibentuk dalam piringan rendah penempelan dan media yang
disuplementasi dengan EGF, b-FGF dan B27. Pemberian 579,3 ?g/mL rLSMT
pada lini sel kultur monolayer (2 dimensi) MDA-MB-231 menunjukkan
kecenderungan penurunan ekspresi ?-catenin dan cyclin-D namun bukan
merupakan jalur utama dalam inhibisi proliferasi sel. Pemberian 350 ?g/mL
rLSMT pada sferoid MDA-MB-231 tidak menunjukkan penurunan ukuran yang
bermakna. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa aktivitas
antikanker rLSMT pada model sel kanker payudara melalui jalur pensinyalan Wnt
relatif lemah dan bukan sebagai jalur utama mekanisme kerja rLSMT. Keberhasilan
pembentukan sferoid memberikan peluang untuk studi lebih lanjut secara in vitro
yang lebih menyerupai kondisi klinis dari penyakit kanker.
Perpustakaan Digital ITB