digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Latar belakang dan tujuan: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tanaman obat, termasuk Brugmansia versicolor (kecubung) yang kaya alkaloid antikolinergik seperti skopolamin, atropin, dan hiosiamin. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi alkaloid dari ekstrak metanol bunga kecubung serta mengevaluasi aktivitas penghambatan asetilkolinesterase sebagai tahap awal pengembangan obat berbasis tanaman lokal. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan metanol, diikuti fraksinasi dan isolasi melalui ekstraksi cair–cair asam basa, flash chromatography, dan kromatografi radial. Ekstrak, fraksi, subfraksi, dan isolat diuji aktivitas penghambatan AChE dengan metode Ellman. Karakterisasi isolat dilakukan dengan spektrometri infra merah, UV-Vis dan massa. Hasil: Isolat murni dikarakterisasi memiliki gugus hidroksil/amina, karbonil, dan aromatik (FTIR) serta sistem terkonjugasi khas bis-alkaloid pada 240 dan 290. Data ESI-MS menunjukkan ion molekul m/z 949,5 dengan fragmen dimer dan gula, mengonfirmasinya sebagai alkaloid dimer aromatik terglikosilasi. Aktivitas penghambatan AChE menurun drastis seiring pemurnian: ekstrak kasar mencapai 58,16% (1000 µg/mL), sedangkan isolat hanya 2,02% (50 µg/mL). Kesimpulan: Penelitian ini berhasil mengisolasi senyawa alkaloid dimer indol terglikosilasi dari bunga B. versicolor. Hasil uji penghambatan asetilkolinesterase (AChE) menunjukkan rendahnya inhibisi AChE pada isolat murni, yang menyiratkan bahwa potensi farmakologis spesies ini lebih mungkin dimediasi melalui interaksi sinergis multikomponen atau mekanisme modulasi reseptor dibandingkan penghambatan enzim.