Latar belakang dan tujuan: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tanaman
obat, termasuk Brugmansia versicolor (kecubung) yang kaya alkaloid
antikolinergik seperti skopolamin, atropin, dan hiosiamin. Penelitian ini bertujuan
mengisolasi dan mengkarakterisasi alkaloid dari ekstrak metanol bunga kecubung
serta mengevaluasi aktivitas penghambatan asetilkolinesterase sebagai tahap awal
pengembangan obat berbasis tanaman lokal. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan
maserasi menggunakan metanol, diikuti fraksinasi dan isolasi melalui ekstraksi
cair–cair asam basa, flash chromatography, dan kromatografi radial. Ekstrak, fraksi,
subfraksi, dan isolat diuji aktivitas penghambatan AChE dengan metode Ellman.
Karakterisasi isolat dilakukan dengan spektrometri infra merah, UV-Vis dan massa.
Hasil: Isolat murni dikarakterisasi memiliki gugus hidroksil/amina, karbonil, dan
aromatik (FTIR) serta sistem terkonjugasi khas bis-alkaloid pada 240 dan 290. Data
ESI-MS menunjukkan ion molekul m/z 949,5 dengan fragmen dimer dan gula,
mengonfirmasinya sebagai alkaloid dimer aromatik terglikosilasi. Aktivitas
penghambatan AChE menurun drastis seiring pemurnian: ekstrak kasar mencapai
58,16% (1000 µg/mL), sedangkan isolat hanya 2,02% (50 µg/mL). Kesimpulan:
Penelitian ini berhasil mengisolasi senyawa alkaloid dimer indol terglikosilasi dari
bunga B. versicolor. Hasil uji penghambatan asetilkolinesterase (AChE)
menunjukkan rendahnya inhibisi AChE pada isolat murni, yang menyiratkan bahwa
potensi farmakologis spesies ini lebih mungkin dimediasi melalui interaksi sinergis
multikomponen atau mekanisme modulasi reseptor dibandingkan penghambatan
enzim.
Perpustakaan Digital ITB