digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 YAYU SEPTIANI ABSTRAK
PUBLIC Open In Flipbook Dwi Ary Fuziastuti

Ketidakpastian harga karbon menjadi faktor penting dalam penilaian kelayakan ekonomi proyek mitigasi iklim. Penelitian ini menganalisis dan membandingkan kelayakan ekonomi Proyek Penyerapan Karbon Berbasis Mikroalga dan Proyek Panas Bumi Lahendong Unit 5 & 6 dengan memodelkan harga karbon menggunakan Geometric Brownian Motion (GBM) dan Variance Gamma (VG). Data harga karbon berasal dari transaksi IDXCarbon periode Januari 2024-Maret 2026. Pemilihan model dilakukan berdasarkan uji normalitas serta kriteria AIC, BIC, RMSE, dan MAPE. Valuasi proyek dilakukan menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), simulasi Monte Carlo 10.000 iterasi, serta Real Options Valuation (ROV) dengan pendekatan option to delay untuk Proyek Lahendong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model VG memberikan kinerja terbaik dengan AIC -379,06, BIC -375,29, dan MAPE 0,4989%. Proyek Mikroalga tidak layak secara ekonomi dengan ekspektasi NPV sebesar -Rp57.503.294 dan probabilitas kegagalan 100%, sedangkan Proyek Lahendong menunjukkan kinerja yang baik dengan ekspektasi NPV sebesar USD 14.040.102, probabilitas kegagalan 0%, dan IRR 8,32%. Analisis ROV menghasilkan nilai tambahan investasi yang signifikan dengan TIV sebesar USD 29.610.024 dan ROV sebesar USD 15.569.922. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek berskala besar dengan sumber pendapatan yang lebih stabil memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap ketidakpastian harga karbon.