digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pemerintah Indonesia telah meluncurkan Program Tiga Juta Rumah, sebuah inisiatif nasional untuk mempercepat pembangunan hunian terjangkau guna mengurangi backlog perumahan serta meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, khususnya generasi Milenial dan Generasi Z. Kebijakan ini membuka peluang bagi pengembang skala kecil dan menengah untuk berkontribusi dalam penyediaan rumah tapak dan klaster perumahan yang sejalan dengan target nasional. Namun demikian, SEKA Living sebagai pengembang properti yang sedang berkembang menghadapi sejumlah tantangan strategis dalam merespons peluang tersebut. Perusahaan mengalami kinerja penjualan yang fluktuatif dan tidak dapat diprediksi, struktur organisasi dan proses bisnis yang masih sangat bergantung pada pihak ketiga tanpa dukungan basis data internal, serta perubahan perilaku konsumen yang semakin menuntut transaksi instan dan skema pembiayaan paylater. Kedua isu tersebut, model bisnis dan pergeseran perilaku konsumen, merepresentasikan permasalahan fundamental yang harus diselesaikan agar SEKA Living dapat tetap kompetitif. Dalam konteks ini, Model Bisnis Inovasi (BMI) dan Pemetaan Perjalanan Pelanggan menjadi konsep yang relevan untuk diterapkan, karena keduanya dapat membantu perusahaan melakukan rekonstruksi model bisnis yang berkelanjutan sekaligus memetakan pengalaman pelanggan yang selaras dengan ekspektasi generasi baru. Penelitian ini mengadopsi pendekatan metode campuran berurutan (sequential mixed method) dengan mengombinasikan data kualitatif (wawancara mendalam) dan data kuantitatif (survei kuesioner). Penelitian ini menggunakan pendekatan sequential mixed method. Data kuantitatif terlebih dahulu digunakan untuk membangun konteks sosio-demografis serta memetakan profil perilaku target pasar SEKA Living. Temuan ini menjadi dasar bagi tahap kualitatif yang dilaksanakan dalam kerangka Design Thinking. Melalui wawancara mendalam, penelitian menggali pengalaman pelanggan pada tahap empathize dan define untuk mengidentifikasi permasalahan inti. Berdasarkan hasil tersebut, ide solusi dikembangkan pada tahap ideate dan selanjutnya divalidasi kembali menggunakan analisis kuantitatif untuk merancang ulang Business Model Innovation (BMI) dan Customer Journey (CJ) SEKA Living. Strategi yang dihasilkan kemudian disempurnakan dan dievaluasi melalui tahap prototype dan testing. Dari isu bisnis menunjukkan bahwa tantangan utama SEKA Living disebabkan oleh ketergantungan pada pihak ketiga dalam akuisisi pelanggan, ketiadaan basis data internal, serta ketidaksesuaian model bisnis saat ini dengan perilaku konsumen yang baru. Penelitian ini mengidentifikasi sejumlah arah strategis bagi SEKA Living, termasuk perancangan ulang mekanisme akuisisi pelanggan, peningkatan kapabilitas pengelolaan data dan informasi, peningkatan pengalaman pembelian properti, serta rekonfigurasi organisasi agar lebih selaras dengan perubahan perilaku pelanggan dan dinamika pasar. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan bagaimana pengembang properti skala kecil di Indonesia, seperti SEKA Living, dapat beradaptasi terhadap pergeseran perilaku konsumen dan tekanan persaingan, sekaligus mendukung target nasional penyediaan perumahan melalui integrasi desain perjalanan pelanggan, inovasi model bisnis, dan pendekatan design thinking.