Studi ini Adalah tentang PT Triton Global Maritim, perusahaan Offshore Support Vessel (OSV) di Indonesia sedang mengalami masalah terkait efisiensi yang mengakibatkan tambahan biaya yang meningkat secara tidak terduga dalam perusahaan. Investigasi internal dilakukan untuk mencari akar utama dari masalah tersebut, dan hasil investigasi menunjukan bahwa terdapat tambahan biaya terjadi dikarenakan tidak efisiennya proses dokumen yang mengakibatkan prosesnya lebih lama dikarenakan quantitas dokumen yang banyak dan terjadinya kesalahan manusia yang mengakibatkan keterlambatan yang berujung pada terjadinya biaya tambahan. Oleh karena itu, direktur memerintah untuk membuat Enterprise Resource Planning (ERP) yang cocok untuk perusahaan, yang diawali dari divisi pengadaan barang dan logistik. Ini mengarah ke bagaimana secara efektif mencari masalah pengguna yang bisa diatasi dengan ERP. Riset ini menjawab bagaimana cara membuat ERP yang bisa mengatasi masalah efisiensi yang dialami pengguna dan direktur di PT Triton Global Maritim dan cara untuk mengukur apabila ERP yang dibuat terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional tim pengadaan barang dan logistik.
Untuk mencari masalah dalam proses dan memecahkan masalah secara efisien, metode pendekatan Design Thinking dan Agile Scrum digunakan. Riset ini menggunakan kombinasi pendekatan Design Thinking untuk menemukan dan memecah isu pengguna, yang kemudian dilanjutkan oleh pendekatan Agile Scrum untuk mengimplementasi fitur yang ada di dalam ERP. Berdasarkan data yang diambil dari diskusi kelompok terarah dengan user tim pengadaan barang dan logistik dan wawancara direktur, fase Design Thinking terdapat beberapa issue yang pengguna temukan di setiap proses kerja pengadaan barang dan logistik yang mengakibatkan inefisiensi dan justifikasi direktur dalam memilih keputusan pembuatan internal ERP. Data akan digunakan untuk membuat simulasi prototipe dengan Figma yang akan dipresentasikan untuk persetujuan sebelum diimplementasikan pembuatannya.
Setelah persetujuan, implementasi dengan pendekatan Agile Scrum dilaksanakan dalam waktu 4 minggu sebelum ditunjukan ke pengguna dan direktur dalam bentuk rapat. Terdapat beberapa revisi selama presentasi prototipe ERP, seperti contohnya adalah terdapat revisi pada saat pemberian masukan pada saat mempresentasikan prototipe ERPnya yang berhubungan dengan bisnis proses sekarang, yangdiimana setiap proses dari satu proses ke proses lain dibutuhkan update proses berupa tahap verifikasi dalam berbentuk persetujuan, yang Dimana proses tersebut langsung direvisi karena prioritas yang cukup mendesak, yang dimana perlu diupdate dari bisnis proses yang lama ke bisnis proses yang baru. Selain revisi utama, terdapat beberapa revisi lain, yang bisa digunakan untuk sprint selanjutnya. Secara garis besar, pengguna dan direktur setuju dengan fitur ERP yang ada di divisi pengadaan barang dan logistik. Setelah pendekatan Agile Scrum dilakukan, melakukan pengujian dengan pendekatan lead time dilakukan untuk membandingkan proses dengan ERP yang waktunya diambil dari analisis web dengan menggunakan fitur dashboard yang sudah ada untuk mengitung proses pengerjaan proses yang mendekati proses realistis dengan proses yang sekarang ada, yang diambil datanya dari diskusi kelompok terarah. Hasilnya menunjukan bahwa terjadi peningkatan efisiensi secara waktu dengan menggunakan prototipe ERP yang baru sekitar 307% - 800% per dokumen secara rata-rata dalam menyelesaikan proses dokumen, membuktikan ERP dan fitur baru yang ada di dalamnya untuk divisi pengadaan barang dan logistik dapat membantu pengguna tim pengadaan barang dan logistik dalam meningkatkan efisiensi operational dan memecahkan masalah yang ada sebelumnya di tim pengadaan barang dan jasa.
Perpustakaan Digital ITB