Kebisingan menjadi salah satu permasalahan yang seringkali mengganggu kenyamanan para
pekerja dan masyarakat sekitar dalam beraktivitas. Jenis pencemaran suara ini memiliki dampak
negatif pada makhluk hidup khususnya manusia. Salah satu dampaknya merupakan dampak nonauditorial berupa perubahan kondisi tekanan darah atau sistem kardiovaskuler. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pajanan kebisingan yang diterima pekerja terhadap
tekanan darah para pekerja. Penelitian ini berjenis analitik kuantitatif dengan desain crosssectional. Sampel yang diteliti merupakan 30 sampel pekerja yang langsung terpapar bising dari
proses produksi pandai besi berskala kecil, menengah, dan besar dan 10 kontrol yang tidak terpapar
bising oleh proses produksi pandai besi. Sampel dipilih dengan purposive sampling dan data
dianalisis dengan uji T-test untuk membandingkan karakteristik individu kelompok pekerja dan
kontrol. Dilakukan pula uji korelasi Spearman untuk menganalisis hubungan antara pajanan
kebisingan dan tekanan darah para pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat
hubungan antara pajanan kebisingan dan tekanan darah dengan nilai p-value = 0,762 (sebelum
bekerja) dan p-value = 0,874. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara
pajanan kebisingan dan tekanan darah. Saran untuk pekerja pandai besi dapat melakukan
penggiatan dalam pemakaian APT, dan pengaturan waktu kerja serta pelatihan manajemen
kebisingan dan keselamatan kerja lainnya.
Perpustakaan Digital ITB