digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Industri kimia pada umumnya beroperasi selama 24 jam sehingga menerapkan sistem kerja shift agar dapat beroperasi secara kontinu. Sistem kerja shift berisiko menyebabkan kelelahan kerja. Kelelahan kerja akibat faktor sistem kerja shift bersama dengan paparan faktor fisik di lingkungan produksi dapat menurunkan produktivitas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara kebisingan, iklim kerja, dan intensitas pencahayaan dengan kejadian kelelahan pada pekerja grup D dalam tiga shift di PT X. Desain penelitian adalah repeated measures dengan total 20 responden. Pengukuran kebisingan dilakukan menggunakan sound level meter, iklim kerja dengan alat Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), dan intensitas pencahayaan dengan lux meter. Kelelahan diukur secara subjektif melalui kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) serta objektif dengan data denyut jantung (%CVL), data oksimetri (SpO?) dan data reaction timer. Perbedaan nilai skor IFRC, %CVL, selisih oksimetri, dan waktu reaksi pada pekerja grup D dalam tiga shift diuji dengan uji Friedman serta uji Wilcoxon Signed-Rank. Hubungan variabel independen terhadap variabel dependen dianalisis dengan korelasi Spearman. Variabel independen yang dominan terhadap variabel dependen diketahui dengan uji Generalized Estimating Equations. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa shift siang merupakan periode dengan tingkat kelelahan tertinggi berdasarkan uji statistik Wilcoxon pada tiga indikator kelelahan. Berdasarkan analisis korelasi Spearman, faktor lingkungan dan karakteristik responden memiliki hubungan signifikan dengan %CVL. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon, periode pemulihan paling rendah pada indikator kelelahan %CVL berada di shift siang dan malam serta pada indikator kelelahan waktu reaksi berada di shift malam. Berdasarkan uji statistik Generalized Estimating Equations, iklim kerja merupakan faktor fisik di lingkungan kerja yang paling signifikan dalam kenaikan tingkat kelelahan pada indikator %CVL dan oksimetri.