Industri kimia pada umumnya beroperasi selama 24 jam sehingga menerapkan sistem
kerja shift agar dapat beroperasi secara kontinu. Sistem kerja shift berisiko
menyebabkan kelelahan kerja. Kelelahan kerja akibat faktor sistem kerja shift bersama
dengan paparan faktor fisik di lingkungan produksi dapat menurunkan produktivitas
sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan
antara kebisingan, iklim kerja, dan intensitas pencahayaan dengan kejadian kelelahan
pada pekerja grup D dalam tiga shift di PT X. Desain penelitian adalah repeated
measures dengan total 20 responden. Pengukuran kebisingan dilakukan menggunakan
sound level meter, iklim kerja dengan alat Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), dan
intensitas pencahayaan dengan lux meter. Kelelahan diukur secara subjektif melalui
kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) serta objektif dengan data
denyut jantung (%CVL), data oksimetri (SpO?) dan data reaction timer. Perbedaan
nilai skor IFRC, %CVL, selisih oksimetri, dan waktu reaksi pada pekerja grup D dalam
tiga shift diuji dengan uji Friedman serta uji Wilcoxon Signed-Rank. Hubungan
variabel independen terhadap variabel dependen dianalisis dengan korelasi Spearman.
Variabel independen yang dominan terhadap variabel dependen diketahui dengan uji
Generalized Estimating Equations. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa shift
siang merupakan periode dengan tingkat kelelahan tertinggi berdasarkan uji statistik
Wilcoxon pada tiga indikator kelelahan. Berdasarkan analisis korelasi Spearman,
faktor lingkungan dan karakteristik responden memiliki hubungan signifikan dengan
%CVL. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon, periode pemulihan paling rendah pada
indikator kelelahan %CVL berada di shift siang dan malam serta pada indikator
kelelahan waktu reaksi berada di shift malam. Berdasarkan uji statistik Generalized
Estimating Equations, iklim kerja merupakan faktor fisik di lingkungan kerja yang
paling signifikan dalam kenaikan tingkat kelelahan pada indikator %CVL dan
oksimetri.
Perpustakaan Digital ITB